Teluk Bintuni Juara Umum Pesparani IV Papua Barat, Raih Enam Champion

  • 10 Jul 2026 21:28 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Kabupaten Teluk Bintuni berhasil keluar sebagai juara umum pada Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Provinsi Papua Barat setelah meraih enam gelar champion dari 13 kategori lomba yang dipertandingkan.

Pengumuman para pemenang disampaikan dalam acara penutupan Pesparani yang berlangsung di Teluk Bintuni, Jumat, 10 Jupi 2026 malam. Selain menjadi juara umum, sejumlah kabupaten lain juga mencatatkan prestasi, yakni Kabupaten Fakfak dengan empat champion, Manokwari Selatan tiga champion, Kaimana dua champion, serta Kabupaten Manokwari dan Teluk Wondama masing-masing meraih satu champion.

Ketua Panitia Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat, Joko Lingara, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada Bupati Teluk Bintuni yang telah memberikan amanah dan kepercayaan kepada saya bersama Ibu Nurdiana Lingara untuk menjadi Ketua Panitia. Amanah ini juga didukung para pastor dan umat Katolik, sehingga kami berupaya memberikan yang terbaik," ujar Joko.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Pesparani bukan semata untuk mendapatkan pujian dari manusia, melainkan sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan.

"Yang terbaik bukan agar orang memuji saya, tetapi yang terbaik untuk Tuhan. Jika kita melaksanakan perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh, pasti akan ada orang yang menghargai. Namun, kami juga siap menerima kritik maupun hujatan sebagai bagian dari proses pelayanan," katanya.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengatakan pelaksanaan Pesparani selama empat hari telah menghadirkan suasana penuh sukacita, persaudaraan, dan pelayanan bagi seluruh peserta dari berbagai kabupaten di Papua Barat.

"Malam ini adalah malam yang penuh rasa syukur. Ada kebahagiaan, ada rasa bangga, tetapi juga ada sedikit rasa haru. Empat hari Kabupaten Teluk Bintuni menjadi rumah bersama bagi seluruh peserta Pesparani. Empat hari yang dipenuhi doa, pujian, persahabatan, dan pelayanan," ujar Yohanis.

Ia menilai Pesparani mengajarkan bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan ketika dilandasi iman dan kasih.

"Sebagaimana sebuah paduan suara tidak akan menghasilkan harmoni apabila setiap penyanyi hanya ingin menonjolkan suaranya sendiri, demikian pula Papua Barat hanya akan menjadi daerah yang damai dan maju apabila setiap anak bangsa bersedia saling mendengar, saling menghargai, saling melayani, dan berjalan dalam irama yang sama," tuturnya.

Yohanis mengajak seluruh peserta membawa semangat Pesparani ke tengah keluarga, gereja, masyarakat, dan lingkungan kerja sebagai wujud pelayanan dan persaudaraan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi sekaligus menyemangati mereka yang belum menjadi juara.

"Kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, saya mengucapkan selamat. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan dan mempersiapkan diri menuju Pesparani tingkat nasional. Bagi yang belum memperoleh kesempatan menjadi juara, jangan berkecil hati. Sesungguhnya tidak ada yang kalah ketika seseorang memuji Tuhan dengan hati yang tulus," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Teluk Bintuni turut menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, LP3KD Papua Barat, para pastor, dewan juri, TNI-Polri, tenaga kesehatan, relawan, sponsor, masyarakat Teluk Bintuni, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat.

Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada Wakil Bupati Teluk Bintuni sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Joko Lingara, bersama Ketua Kontingen Pesparani Kabupaten Teluk Bintuni, Nurdiana Lingara, atas dedikasi mereka dalam menyukseskan ajang tersebut.

"Inilah contoh nyata bagaimana toleransi dirawat melalui tindakan dan pengabdian. Semoga semangat persaudaraan dan harmoni ini terus menjadi kekuatan untuk membangun Papua Barat yang damai, inklusif, dan diberkati Tuhan," tutup Yohanis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....