Kepsek SMA N 1 Manokwari Tegaskan Sekolah Harus Bebas Perundungan
- 10 Jul 2026 05:05 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – SMA Negeri 1 Manokwari menjadikan gerakan No Bullying sebagai salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah ingin membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh peserta didik.
Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda P. Mandobar, mengatakan sekolah bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, saling menghargai, dan bertumbuh bersama.
“Sekolah harus menjadi rumah bersama bagi semua anak. Di sini bukan hanya murid yang belajar, tetapi guru juga terus belajar memahami karakter setiap peserta didik,” ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Lucinda, sekolah bersama orang tua berkomitmen mewujudkan visi pendidikan yang melahirkan peserta didik beriman, unggul dalam bidang akademik maupun nonakademik, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, nilai toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman menjadi bagian penting dalam materi MPLS. Para peserta didik diajak memahami bahwa perbedaan suku, budaya, bahasa, maupun karakter merupakan kekayaan yang harus dihargai, bukan menjadi alasan terjadinya perundungan.
“Pesan utamanya adalah No Bullying. Anak-anak harus menerima teman-temannya dari berbagai suku, budaya, bahasa, dan karakter. Di sekolah ini mereka harus saling menerima sebagai saudara, sebagai kakak, adik, maupun keluarga,” kata Lucinda.
Ia berharap budaya saling menghormati dan peduli terhadap sesama dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah sehingga SMA Negeri 1 Manokwari menjadi tempat yang aman, ramah, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....