Pesparani IV Papua Barat Resmi Dibuka, 817 Kontingen Semarakkan Bintuni
- 08 Jul 2026 09:38 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Sebanyak 817 orang yang terdiri dari peserta, ofisial, dan pendamping memeriahkan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat yang berlangsung di Kabupaten Teluk Bintuni pada 6–10 Juli 2026. Ajang pembinaan iman dan seni liturgi tersebut resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani, di Gedung Serbaguna (GSG) Bintuni, Kali Kodok, Distrik Bintuni, Selasa, 7 Juli 2026.
Pembukaan berlangsung meriah dengan defile kontingen dari enam kabupaten yang menampilkan yel-yel khas daerah masing-masing. Kontingen Kabupaten Kaimana menjadi yang terbesar dengan jumlah 248 peserta sekaligus tampil paling atraktif saat parade pembukaan.
Acara juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Danrem 182/Jazira Onim, Ketua MRP Papua Barat, anggota DPR Papua Barat, Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong Hilarion Datus Lega, serta Ketua LP3KN Pusat Yohanes Kurnianto Jeharut. Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan artis jebolan Indonesia Idol, Josh Flo dan Puti Pasanea.
Ketua Umum Panitia Pesparani IV, Joko Lingara, dalam laporannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pesparani tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bertujuan memperkuat iman dan persaudaraan umat Katolik di Papua Barat.
"Pesparani menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan melalui nyanyian, mazmur, dan seni liturgi, sekaligus membina iman, mengembangkan bakat generasi muda, melestarikan budaya lokal, mempererat persaudaraan, serta menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili Papua Barat pada Pesparani tingkat nasional," Ujarnya.
Menurut Joko, kegiatan ini diikuti enam kontingen kabupaten, yakni Teluk Bintuni sebanyak 230 peserta, Manokwari 150 peserta, Fakfak 130 peserta, Kaimana 248 peserta, Teluk Wondama 34 peserta, dan Manokwari Selatan 25 peserta. Secara keseluruhan terdapat 668 peserta, didampingi 149 ofisial dan pendamping, sehingga total yang terlibat mencapai 817 orang.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan berkompetisi pada empat cabang utama, yaitu Paduan Suara, Mazmur, Cerdas Cermat Rohani, dan Bertutur Kitab Suci, yang terbagi ke dalam 13 kategori perlombaan sesuai petunjuk teknis LP3KN Nasional. Penilaian dilakukan oleh 10 dewan juri yang seluruhnya berasal dari luar Provinsi Papua Barat.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menyampaikan selamat datang kepada seluruh kontingen dan tamu yang hadir. Ia mengibaratkan masyarakat Teluk Bintuni seperti akar mangrove yang saling menopang dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Teluk Bintuni dikelilingi hutan mangrove. Akar mangrove saling menguatkan tanpa membedakan satu sama lain. Begitu pula masyarakat Bintuni, yang selalu terbuka menerima siapa pun dan hidup dalam semangat kebersamaan. Nilai itulah yang kami hadirkan dalam Pesparani ini," katanya.
Ia menambahkan, tema Pesparani tahun ini, "Memuliakan Tuhan dengan Nyanyian, Menguatkan Persaudaraan di Tanah Papua Barat," merupakan cerminan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani, menegaskan bahwa Pesparani memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar kompetisi seni gerejani.
"Pesparani adalah peristiwa iman yang menjadi wadah pembinaan rohani, pengembangan talenta, pelestarian nilai-nilai Kristiani, dan penguatan karakter generasi muda. Melalui pujian dan pelayanan seni liturgi, umat diajak semakin mencintai Tuhan, menghayati kasih, membangun persaudaraan, serta menghadirkan damai di tengah masyarakat Papua Barat," ujar Lakotani.
Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat dijadwalkan berlangsung hingga 10 Juli 2026 dengan lokasi perlombaan di Gedung Serbaguna Bintuni, Aula Santo Yohanes Bintuni, dan Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Bintuni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....