BPOM Manokwari Edukasi Masyarakat Kenali Bahaya Obat Setelan

  • 06 Jul 2026 17:37 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar mampu mengenali dan menghindari peredaran obat setelan yang berpotensi membahayakan kesehatan. Meski kasusnya belum banyak ditemukan di wilayah Papua Barat, BPOM mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan masuknya produk tersebut ke pasaran.

Obat setelan merupakan istilah yang berkembang di masyarakat untuk menyebut obat yang dikemas ulang tanpa identitas yang jelas ataupun menggunakan kemasan bermerek dengan klaim mampu menyembuhkan berbagai penyakit sekaligus. hal tersebut disampaikan oleh Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BPOM Manokwari, Jandri Duvico Sihaloho, S.Farm., Apt.

Menurutnya, masyarakat dapat mengenali obat setelan melalui prinsip Cek KLIK, dimulai dengan memeriksa kemasan. Obat setelan umumnya dikemas menggunakan plastik bening tanpa identitas atau kemasan berwarna yang memuat klaim berlebihan mengenai khasiat produk.

Selain itu, masyarakat juga perlu memeriksa label produk. Obat tanpa merek umumnya tidak mencantumkan informasi mengenai nama produk, produsen, komposisi, maupun petunjuk penggunaan sehingga patut diwaspadai.

"Langkah paling sederhana adalah menerapkan Cek KLIK. Kalau kemasannya polos tanpa informasi atau mengklaim bisa menyembuhkan banyak penyakit sekaligus, masyarakat harus waspada karena itu bisa jadi obat setelan," ujar Jandri.

Ia menjelaskan masyarakat juga harus memastikan keberadaan nomor izin edar serta mengecek keasliannya melalui situs resmi Cek BPOM apabila menemukan produk yang meragukan.

Tidak kalah penting, masyarakat diminta memperhatikan tanggal kedaluwarsa. Pada obat setelan tanpa kemasan asli, informasi tersebut umumnya tidak lagi tersedia karena produk telah dipindahkan dari kemasan resminya.

Jandri berharap masyarakat semakin memahami ciri-ciri obat setelan sehingga mampu melindungi diri dan keluarga dari risiko penggunaan obat yang tidak memenuhi standar keamanan serta tidak diketahui kandungan maupun asal-usulnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....