Modus Penipuan Digital Makin Beragam Pensiunan Diminta Waspada
- 22 Sep 2026 17:24 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Peserta pensiun diminta semakin berhati-hati terhadap berbagai informasi yang mengatasnamakan PT Taspen, terutama yang disebarkan melalui tautan digital maupun media sosial. Kemudahan teknologi dinilai turut membuka peluang bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk menargetkan kelompok pensiunan.
Kepala PT Taspen Kantor Cabang Manokwari, Dimas Aldi Saifuddin, mengatakan pihaknya secara rutin menyampaikan edukasi kepada peserta agar tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas.
“Kalau menerima informasi dari yang meragukan sebaiknya tidak usah dipedulikan. Apalagi ada sekarang kirim link-link, kita Bapak Ibu enggak tahu tiba-tiba dibuka itu tahu-tahu saldonya habis,” ujar Dimas.
Ia meminta pensiunan tidak sembarangan membuka tautan yang dikirim melalui pesan pribadi maupun platform digital. Jika menerima informasi yang mencurigakan, peserta disarankan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada keluarga, perbankan tempat menerima pembayaran pensiun, atau kanal resmi Taspen.
Menurut Dimas, penyebaran informasi palsu juga dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Konten berupa video atau rekaman yang seolah-olah berasal dari pejabat tertentu dapat digunakan untuk meyakinkan masyarakat mengenai informasi yang sebenarnya tidak benar.
Salah satu informasi yang perlu diwaspadai, kata dia, adalah kabar mengenai kenaikan gaji atau manfaat pensiun yang belum disampaikan melalui saluran resmi. Informasi mengenai perubahan hak pensiun akan diumumkan secara resmi oleh pihak yang berwenang.
“Kalau kenaikan gaji pensiun itu pasti ada pengumuman resminya dan Taspen tidak akan menunda-nunda seperti itu,” tegasnya.
Dimas menambahkan, masyarakat dapat memperoleh informasi melalui media sosial resmi Taspen, termasuk kanal PT Taspen Manokwari maupun kanal resmi perusahaan di tingkat pusat. Informasi melalui media massa juga menjadi salah satu sarana untuk membantu peserta memperoleh informasi yang valid.
Ia berharap kewaspadaan peserta terus ditingkatkan seiring berkembangnya modus penipuan digital. Menurutnya, kehati-hatian menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan data pribadi maupun hak keuangan para pensiunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....