BWS Papua Barat Benahi Sistem Air Baku Pascabanjir Rajawali

  • 02 Jul 2026 11:45 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat berkomitmen mengoptimalkan kembali sistem penyediaan air baku di wilayah perkotaan Kabupaten Teluk Bintuni setelah intake bendung di Sungai Rajawali mengalami kerusakan akibat banjir pada 2024. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan air mengalir secara aman, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat Distrik Manimeri dan sekitarnya.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala BWS Papua Barat, Wempy Nauw, Kamis 2 Juli 2026, saat memaparkan progres pembangunan sistem air baku yang saat ini sedang ditangani.

Wempy menegaskan, BWS Papua Barat tidak bekerja sendiri, melainkan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, BPBPK Cipta Karya Papua Barat, serta berbagai instansi teknis dan pemangku kepentingan lainnya.

"Kolaborasi ini sangat penting karena BWS memiliki kewenangan pada infrastruktur hulu, mulai dari pembangunan intake hingga jaringan pipa transmisi menuju reservoir. Sementara pemerintah daerah bersama BPBPK Cipta Karya menangani pengolahan air hingga pelayanan kepada masyarakat," kata Wempy.

Ia menjelaskan, pada tahun ini BWS Papua Barat memfokuskan pekerjaan pada penyempurnaan intake bendung yang rusak akibat banjir Sungai Rajawali serta perbaikan jaringan pipa di sepanjang jalan raya.

"Tahun ini kami dari BWS Papua Barat menyempurnakan intake bendung yang rusak akibat banjir di Sungai Rajawali pada tahun 2024 dan melakukan perbaikan pipa di jalan raya," ujar Wempy.

Selain memperbaiki intake, pekerjaan juga mencakup pengelolaan sedimen dan penguatan struktur bendung agar debit air tetap optimal dan distribusi dari hulu ke hilir berjalan lancar.

Saat ini, air baku dari intake telah mengalir hingga ke Water Treatment Plant (WTP) dan mengisi bak Hidran Umum (HU) dengan aman, sehingga pasokan air untuk kebutuhan masyarakat telah siap disalurkan.

Meski demikian, BWS Papua Barat akan terus melakukan penyempurnaan terhadap berbagai aset yang ada, meliputi bangunan intake, jaringan perpipaan, bak hidran umum, hingga berbagai perlengkapan perpipaan guna menjamin keandalan sistem dalam jangka panjang.

Menurut Wempy, kolaborasi dengan BPBPK Cipta Karya difokuskan pada tahapan pengolahan air baku menjadi air bersih yang siap digunakan masyarakat, mulai dari proses di WTP hingga tersambung ke Sambungan Rumah (SR).

"Dengan langkah awal ini kami berharap sistem pengelolaan air baku menjadi air bersih dapat berjalan dengan baik, sehingga kebutuhan air bersih untuk rumah tangga, kebersihan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di Distrik Manimeri, Kampung Atibo, Awaba, SP 4, Tisay, serta wilayah sekitarnya dapat terpenuhi," ungkapnya.

BWS Papua Barat juga menyampaikan bahwa seluruh fasilitas utama telah menunjukkan perkembangan positif. Bak penjernihan dan pengolahan berfungsi dengan baik, jaringan pipa penghantar telah terpasang dengan aman, serta sistem aliran dan debit air sementara berjalan normal.

Sementara itu, lima titik pelayanan air bersih juga telah beroperasi, yakni Bak HU1 Kodim Atibo, Bak HU2 Kebun Jeruk Atibo Manimeri, Bak HU3 Balai Kampung SP 4, Bak HU4 Kampung Awaba/Beimes, dan Bak HU5 Tisay. Selain itu, Air Valve Manimeri sebagai pengatur aliran air juga dilaporkan berfungsi normal.

Di akhir keterangannya, Wempy menyampaikan apresiasi kepada TNI, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, BPBPK Cipta Karya Papua Barat, tokoh masyarakat, dan warga yang telah mendukung pembangunan sistem air bersih tersebut.

"Dukungan seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan pembangunan program air bersih ini. Kami berharap kehadiran air bersih dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kesehatan, produktivitas, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah perkotaan Teluk Bintuni dan Distrik Manimeri ke depan," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....