BNNP Papua Barat Tekankan Pendekatan Persuasif dalam Edukasi Bahaya Narkoba

  • 02 Jul 2026 06:58 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat terus mengembangkan strategi penyuluhan yang lebih persuasif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan metode edukasi berdasarkan karakteristik sasaran, sehingga pesan pencegahan dapat diterima secara efektif.

Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Papua Barat, Drg. Indah Perwitasari, S.Kg., mengatakan tantangan terbesar dalam penyuluhan justru muncul ketika berhadapan dengan masyarakat yang merasa penyalahgunaan narkoba tidak memberikan dampak buruk bagi diri mereka.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat penyuluh harus bekerja lebih keras untuk membangun kesadaran bahwa dampak narkoba tidak selalu terlihat secara instan, melainkan dapat merusak kesehatan, kehidupan sosial, hingga masa depan seseorang secara bertahap.

"Tantangan terbesar adalah ketika seseorang merasa dirinya baik-baik saja meski menggunakan narkoba. Karena itu kami harus lebih sabar dan menggunakan pendekatan yang berbeda, termasuk menghadirkan contoh kasus nyata agar mereka memahami dampak sebenarnya," ujar Indah saat diwawancarai di Manokwari, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan, penyuluhan tidak cukup hanya dilakukan melalui ceramah. Penyuluh juga memanfaatkan berbagai media edukasi, seperti dokumentasi kasus, foto, video, hingga kisah nyata korban penyalahgunaan narkoba agar masyarakat lebih mudah memahami risiko yang dapat ditimbulkan.

Selain itu, materi penyuluhan selalu diperbarui mengikuti perkembangan kasus penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian, informasi yang diberikan tetap relevan dan mampu menjawab berbagai pertanyaan maupun isu yang berkembang di masyarakat.

Indah menambahkan, setiap kelompok sasaran membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, penyuluh dituntut memiliki wawasan yang luas agar mampu menyampaikan materi sesuai usia, tingkat pendidikan, dan kondisi sosial masyarakat yang menjadi sasaran.

Melalui pendekatan yang lebih humanis dan edukatif, BNNP Papua Barat berharap masyarakat tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....