Papua Barat Buktikan Keterbatasan Bukan Hambatan Sukseskan Pesparawi Nasional
- 30 Jun 2026 18:43 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Kesuksesan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat mendapat apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Pelaksanaan ajang paduan suara gerejawi tingkat nasional itu bahkan dinilai telah menetapkan standar baru yang akan menjadi rujukan bagi penyelenggaraan Pesparawi di berbagai daerah.
Direktur Urusan Agama Kristen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Luksen Jems Mayor, pada Senin 29 Juni 2026, mengatakan Papua Barat berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi hambatan untuk menyelenggarakan kegiatan berskala nasional dengan kualitas yang baik. Sebagai penanggung jawab teknis penyelenggaraan Pesparawi, ia mengaku mengawal seluruh proses sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi Pemerintah Provinsi Papua Barat, panitia, dan masyarakat yang bersama-sama memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
"Papua Barat memiliki banyak keterbatasan, tetapi keterbatasan itu tidak mengurangi kesuksesan. Pemerintah dan masyarakat bergandengan tangan memastikan penyelenggaraan Pesparawi dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Luksen menuturkan pelaksanaan mulai dari seremoni pembukaan hingga perlombaan pada 12 kategori berlangsung sesuai harapan. Berbagai venue yang disiapkan panitia juga dinilai memiliki kualitas yang sangat baik.
Atas keberhasilan tersebut, Ditjen Bimas Kristen menetapkan Papua Barat sebagai pilot project penyelenggaraan Pesparawi nasional. Standar persiapan arena lomba, pelayanan peserta, hingga pelaksanaan kompetisi diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain yang akan menjadi tuan rumah pada masa mendatang.
Ia menyebut Pesparawi Nasional XIV diikuti sekitar 6.000 peserta di luar official. Beberapa provinsi memang tidak hadir karena persoalan internal, namun hal itu tidak berkaitan dengan kesiapan panitia penyelenggara.
Selain aspek teknis perlombaan, Luksen juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dinilai memberikan perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM, jasa transportasi, hingga sektor perhotelan.
Ia juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang disiapkan panitia. Dari sekitar 6.000 peserta, sekitar 1.300 orang memanfaatkan layanan kesehatan dengan keluhan ringan seperti sakit kepala dan tekanan darah, bahkan panitia turut memfasilitasi peserta yang membutuhkan layanan cuci darah.
"Pesparawi ini bukan hanya memberi dampak rohani dan spiritual, tetapi juga dampak ekonomi. Pelayanan kesehatan juga sangat baik sehingga hampir seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dalam kondisi sehat," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....