Merajut Kebersamaan dalam Harmoni Pujian
- 26 Jun 2026 21:50 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Pujian memiliki cara yang istimewa untuk menyatukan banyak hati. Dalam setiap nada yang dinyanyikan bersama, tersimpan semangat persaudaraan, pengharapan, dan ungkapan syukur kepada Tuhan. Itulah nilai yang terus hidup dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi), sebuah perhelatan yang bukan hanya menghadirkan keindahan musik rohani, tetapi juga mempertemukan keberagaman dalam satu tujuan mulia: memuliakan nama Tuhan.
Pesparawi mengajarkan bahwa harmoni tidak tercipta karena semua orang sama, melainkan karena setiap perbedaan mampu saling melengkapi. Berbagai latar belakang budaya, bahasa, usia, dan pengalaman berpadu menjadi satu suara yang indah. Dari proses berlatih, belajar mendengar satu sama lain, hingga tampil dengan penuh ketulusan, setiap peserta diajak untuk membangun kebersamaan dan memperkuat ikatan persaudaraan.
Semangat inilah yang akan diangkat dalam Obrolan Pro 4, melalui perbincangan bersama narasumber yang memiliki pengalaman dan peran penting dalam perjalanan Pesparawi. Hadir Manahara Napitupulu, SH., MH, Ketua Kontingen Pesparawi Nasional Provinsi Riau; Armin Antoni Silaban, S.Th., M.IP, Pembimas Kristen Kementerian Agama Provinsi Riau; serta Agustinus Sroyer, Sekretaris Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Papua Barat. Ketiganya akan berbagi pandangan mengenai bagaimana pujian dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat pelayanan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman bangsa.
Menariknya, dalam perbincangan tersebut, ketiga narasumber sepakat bahwa Pesparawi tidak semata-mata dipandang sebagai ajang perlombaan atau kompetisi untuk meraih prestasi. Lebih dari itu, Pesparawi merupakan ruang untuk merajut kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Melalui setiap proses latihan, perjumpaan, dan penampilan, peserta belajar membangun kerja sama, saling menghargai perbedaan, serta menumbuhkan rasa memiliki sebagai bagian dari satu keluarga besar umat Tuhan dan bangsa Indonesia. Semangat inilah yang menjadikan Pesparawi memiliki makna yang jauh lebih mendalam daripada sekadar kompetisi, yakni sebagai sarana membangun harmoni, persatuan, dan kasih yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui dialog yang hangat dan reflektif, pendengar diajak melihat Pesparawi bukan sekadar sebagai panggung penampilan, melainkan sebagai wadah pembinaan iman dan karakter. Nilai disiplin, kerja sama, kerendahan hati, serta kesediaan untuk melayani tumbuh dalam setiap prosesnya. Pujian yang dipersembahkan bukan hanya terdengar indah di telinga, tetapi juga menjadi kesaksian tentang kasih Tuhan yang nyata dalam kehidupan umat-Nya.
Kiranya semangat Pesparawi dapat terus menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang membawa damai, membangun kebersamaan, serta menjaga persatuan dalam keberagaman. Sebab melalui pujian, kita belajar bahwa kebersamaan adalah anugerah yang patut disyukuri dan dirawat bersama.
Sebagaimana firman Tuhan dalam Mazmur 34:2a, “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”
Diharapkan setiap nada yang dinaikkan menjadi doa, setiap harmoni menjadi penguat persaudaraan, dan setiap pujian menjadi persembahan terbaik bagi kemuliaan Tuhan. Dengan demikian, Pesparawi tidak hanya dikenang sebagai sebuah perhelatan, tetapi juga sebagai ruang untuk merajut kasih, memperkuat persatuan, dan menghadirkan harapan bagi Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....