Dermaga Babo Siap Dibangun, Groundbreaking Ditargetkan Akhir Juli

  • 20 Jun 2026 15:36 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Pembangunan Dermaga Babo di Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, semakin mendekati tahap pelaksanaan setelah proses tender proyek senilai Rp79,1 miliar rampung. Pemerintah daerah menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan paling lambat pada akhir Juli 2026, menandai dimulainya pembangunan infrastruktur strategis yang sebelumnya direncanakan dibiayai melalui APBN.

Untuk memastikan kesiapan pekerjaan di lapangan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Teluk Bintuni, Jandri Salakory, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Hentje Salamahu dan kontraktor pelaksana KSO Arafah–Wiratama Bangun Enjineering, melakukan inspeksi lokasi proyek pada Jumat (19/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau kesiapan area pembangunan sekaligus memastikan tahapan awal pekerjaan dapat segera dimulai sesuai jadwal yang telah disusun.

“Kami ingin memastikan seluruh kesiapan pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai rencana. Jika tidak ada kendala atau perubahan, groundbreaking kami targetkan pada pertengahan Juli, atau paling lambat akhir Juli 2026,” ujar Jandri Salakory.

Inspeksi lapangan itu turut diikuti Sekretaris Dinas Perhubungan Yulianti dan Kepala Bidang Pelayaran dan Penerbangan Leonard Talama. Sebelumnya, rombongan juga meninjau lokasi pembangunan Dermaga Kamundan yang direncanakan akan diresmikan pembangunannya secara bersamaan dengan Dermaga Babo.

Jandri menjelaskan, proyek pembangunan Dermaga Babo akan dilaksanakan menggunakan skema Multi Years Contract (MYC). Dari total pagu anggaran sebesar Rp79.116.871.496, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah mengalokasikan dana sebesar Rp30.191.300.000 dalam APBD Tahun Anggaran 2026.

Menurutnya, pembangunan dermaga tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang mendapat perhatian serius dari Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara.

“Pembangunan Dermaga Babo menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi laut yang lebih layak dan aman. Kami berharap seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar sehingga target operasional pada akhir 2027 dapat tercapai,” katanya.

Berdasarkan kontrak pekerjaan, pelaksanaan pembangunan diberikan waktu selama 600 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Pada sisi laut, pekerjaan meliputi pembongkaran dermaga dan trestle eksisting, pembangunan ulang dermaga berukuran 10 x 70 meter, pembangunan trestle berukuran 8 x 70 meter, serta pembangunan talud dan pekerjaan cut and fill.

Sementara pada sisi darat, kontraktor akan membangun berbagai fasilitas pendukung, antara lain pos jaga, gudang barang, pos kantin, toilet, rumah genset, tandon air, hingga pemasangan sign post kawasan dermaga.

Jandri menambahkan, kelancaran pelaksanaan proyek juga bergantung pada proses mobilisasi alat berat dan material konstruksi yang akan didatangkan dari Surabaya.

“Mobilisasi peralatan dan material menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan. Kami berharap seluruh kebutuhan proyek dapat tiba tepat waktu sehingga jadwal pembangunan tidak mengalami hambatan,” tuturnya.

Diketahui, proyek pembangunan Dermaga Babo sebelumnya direncanakan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun karena belum dapat diakomodasi dalam anggaran Kementerian Perhubungan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengambil alih pelaksanaan pembangunan melalui skema pembiayaan MYC setelah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI.

Dengan dimulainya pembangunan nanti, Dermaga Babo diharapkan mampu meningkatkan konektivitas transportasi laut serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Teluk Bintuni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....