RRI Manokwari Gelar Upacara Hari Lahir Pancasil

  • 03 Jun 2026 05:20 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Manokwari menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman kantor RRI Manokwari, Senin, 1 Juni 2026.

Upacara dipimpin Kepala LPP RRI Manokwari, Engelbertus Silubun, S.Pt., M.M., dan diikuti seluruh angkasawan serta pegawai RRI Manokwari.

Dalam kesempatan tersebut, Engelbertus Silubun membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan global.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sambutan tersebut disebutkan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun sekaligus jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai dinamika global, mulai dari perkembangan teknologi hingga tantangan geopolitik dunia.

Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis dinilai mampu menjaga persatuan dan kesatuan berkat nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

Selain menjadi dasar negara, Pancasila juga menjadi landasan Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi pada perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.

Pemerintah Indonesia terus menunjukkan kontribusi nyata dalam menciptakan perdamaian dunia, antara lain melalui keterlibatan pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta komitmen memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar simbol atau hafalan semata.

Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan pentingnya setiap kebijakan publik berlandaskan nilai keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Upacara berlangsung khidmat dan menjadi pengingat bagi seluruh peserta akan pentingnya menjaga semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong sebagai warisan luhur bangsa Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....