Dekan Fakuktas Hukum UNCRI Ingatkan Lulusan Jaga Nama Almamater
- 11 Agt 2026 03:06 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Dekan Fakultas Hukum Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Dr. Henrikus Renjaan, S.H., LL.M., berpesan kepada para sarjana hukum agar menjunjung tinggi integritas, keadilan, dan hati nurani dalam menjalankan profesi. Pesan tersebut disampaikan dalam Yudisium Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Oriestom Bay Hotel Manokwari, Senin 10 Agustus 2026.
Henrikus mengatakan, yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi momentum berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus awal perjalanan baru para lulusan. Menurutnya, setelah menyandang gelar sarjana hukum, lulusan membawa nama baik almamater, harapan keluarga, serta tanggung jawab moral sebagai insan hukum.
“Namun setelah yudisium ini, saudara tidak hanya membawa sebuah gelar. Saudara membawa nama baik almamater, membawa harapan keluarga dan tanggung jawab moral sebagai sarjana hukum,” ujar Henrikus.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada orang tua, wali, dan keluarga para lulusan yang telah memberikan dukungan selama mahasiswa menjalani proses pendidikan. Menurutnya, keberhasilan para sarjana hari ini tidak terlepas dari pengorbanan, biaya, doa, serta kesabaran keluarga selama proses perkuliahan.
Henrikus juga mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan orang-orang yang pertama kali memberikan kepercayaan dan dukungan dalam perjalanan pendidikan mereka. Ia meminta keberhasilan yang diraih dapat menjadi hadiah sekaligus kebanggaan bagi orang tua dan keluarga.
“Jangan pernah lupa kepada orang yang pertama kali percaya kepada saudara sebelum dunia mengenal keberhasilan saudara. Mereka adalah orang tua saudara,” katanya.
Setelah resmi menjadi alumni, Henrikus meminta para sarjana hukum menjaga nama baik almamater di mana pun berada. Ia berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang menjunjung keadilan, berintegritas, dan dapat dipercaya karena masyarakat akan menilai bukan hanya gelar yang dimiliki, tetapi manfaat yang diberikan.
“Jadilah pribadi yang menjunjung tinggi keadilan, berintegritas dan dapat dipercaya. Sebab pada akhirnya masyarakat tidak hanya akan menilai seberapa penting gelar saudara, tetapi seberapa besar manfaat yang saudara berikan,” ucapnya.
Henrikus menegaskan bahwa ilmu hukum tidak boleh hanya dipahami sebagai kumpulan pasal dan aturan, tetapi harus diterapkan untuk memberikan keadilan dan kemanfaatan bagi manusia. Karena itu, penegakan hukum menurutnya harus tetap dilandasi hati nurani.
“Hukum bukan hanya tentang pasal. Hukum adalah tentang manusia. Harus memberikan keadilan, kemanfaatan, dan penegakan hukum itu harus tetap memiliki hati nurani,” kata Henrikus.
Ia mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kompetensi setelah menyelesaikan studi sarjana. Menurutnya, Fakultas Hukum UNCRI tetap menjadi rumah bagi para alumni yang ingin melanjutkan pendidikan maupun berkontribusi dalam kegiatan akademik.
Menutup pesannya, Henrikus meminta para sarjana hukum kembali ke tengah masyarakat dengan membawa ilmu, integritas, dan semangat pengabdian. “Kembalilah kepada masyarakat, berkaryalah dengan ilmu, mengabdilah dengan hati, tegakkan hukum dengan integritas dan jadilah manusia yang membawa keadilan dan harapan bagi sesama,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....