Mendikdasmen Resmikan SMA Muhammadiyah Conservation Manokwari

  • 29 Mei 2026 03:43 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Muhammadiyah Papua Barat meresmikan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari yang dirangkaikan dengan pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II Muhammadiyah dan Aisyiyah Papua Barat, Kamis,28 Mei 2026. Peresmian sekolah berbasis konservasi tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti bersama jajaran pemerintah daerah dan warga Muhammadiyah.

Ketua PWM Papua Barat, Mulyadi Djaya mengatakan SMAMCO hadir bukan hanya untuk menambah jumlah sekolah di Papua Barat, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan hidup melalui pendidikan. Menurutnya, sekolah tersebut dibangun dengan memadukan nilai Islam berkemajuan dan kearifan lokal masyarakat Pegunungan Arfak melalui falsafah “Igya Ser Hanjop”.

“SMAMCO adalah titik temu yang indah antara teologi Islam berkemajuan dan kearifan lokal Papua,” ujarnya.

Ia menjelaskan SMAMCO memulai kegiatan belajar dengan fasilitas sederhana menggunakan bangunan klinik yang tidak terpakai, delapan guru, dan 63 siswa angkatan pertama. Meski baru berjalan satu tahun, para siswa telah meraih berbagai prestasi di bidang olahraga, seni, hingga lingkungan hidup.

Mulyadi menambahkan pembangunan USB SMAMCO berhasil diselesaikan dalam waktu tiga bulan meski berada di kawasan perbukitan berbatu karang. Saat ini telah berdiri 13 bangunan lengkap dengan fasilitas pendukung yang siap digunakan.

Selain itu, SMAMCO juga mengembangkan kurikulum konservasi yang menggabungkan Kurikulum Merdeka, pendekatan deep learning, serta pendidikan lingkungan hidup bekerja sama dengan Eco Bhinneka dan WWF. Kurikulum tersebut menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepedulian terhadap alam, dan karya nyata pelestarian lingkungan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti mengapresiasi hadirnya SMAMCO sebagai sekolah Muhammadiyah berbasis konservasi pertama di Indonesia. Menurutnya, konsep sekolah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang sesuai dengan potensi daerah dan budaya lokal.

“Ini adalah unit sekolah baru yang memiliki kekhasan dan keunggulan,” kata Abdul Mu’ti.

Ia menegaskan pemerintah terus mendorong pemerataan layanan pendidikan, khususnya di wilayah Indonesia Timur dan daerah 3T. Pendidikan berbasis konservasi juga dinilai penting untuk membangun kecerdasan ekologis generasi muda di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....