SMA Muhammadiyah Conservation Jadi Simbol Pendidikan Inklusif di Papua Barat
- 30 Mei 2026 22:21 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari — Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Papua Barat dinilai menjadi ruang perjumpaan antara nilai Islam berkemajuan dan kearifan lokal Papua melalui pendekatan pendidikan yang inklusif.
Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat, Mulyadi Djaya saat peresmian SMA Muhammadiyah Conservation pada Kamis 28 Mei 2026.
Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut membuktikan bahwa Muhammadiyah di Papua hadir untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku.
“SMA Muhammadiyah Semamko terbukti menjadi ruang perjumpaan yang indah antara teologi Islam berkemajuan dan kearifan lokal Papua. Muhammadiyah di Papua tidak sedang menanam sekat perbedaan, tetapi menenun sajadah kemanusiaan yang universal melalui pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, semangat inklusivitas terlihat dari komposisi peserta didik di sekolah tersebut, di mana sekitar 60 hingga 70 persen siswa merupakan anak asli Papua dan non-Muslim.
Menurutnya, kondisi itu menjadi bukti bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan persaudaraan, toleransi, dan penguatan nilai kemanusiaan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat berharap SMA Muhammadiyah Conservation dapat terus berkembang sebagai model pendidikan berbasis konservasi, kebudayaan lokal, dan nilai-nilai kebangsaan yang mampu mencetak generasi muda Papua yang unggul dan berkarakter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....