Masyarakat Adat Isenebuai Hidupkan Kembali Sasi Laut Jadi Daya Tarik Wisata Papu
- 17 Mei 2026 17:28 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari — Masyarakat adat Kampung Isenebuai, Distrik Rumberpon, Kabupaten Teluk Wondama, kembali membuka tradisi sasi laut setelah kawasan pesisir setempat ditutup selama tiga tahun sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya alam pada Sabtu , 16 Mei 2026.
Pembukaan sasi diawali dengan ibadah syukur bersama masyarakat adat dan tokoh kampung. Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan pencanangan Kampung Isenebuai sebagai kampung wisata berbasis adat dan konservasi lingkungan.
Ketua Dewan Adat Doberai, Markus Waran, mengatakan sasi merupakan warisan budaya masyarakat Papua dalam menjaga keseimbangan alam serta melindungi sumber daya laut dan darat di wilayah adat.
Menurut Markus, selama masa sasi berlangsung masyarakat dilarang melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan alat tangkap yang merusak, seperti bom ikan, pukat, maupun jaring besar di kawasan yang telah ditetapkan.
“Ini bentuk komitmen masyarakat adat menjaga ciptaan Tuhan. Jadi bukan hanya ikan di laut, tetapi juga penyu, rusa, burung dan biota lain yang ada di wilayah adat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, wilayah sasi mencakup kawasan Pantai Pasir Panjang mulai dari Indauke hingga Anyeri, Manipi, Nondosawai, dan Abu Sore di Pulau Rumberpon. Setelah ditutup selama tiga tahun sesuai kesepakatan adat, kawasan tersebut kini kembali dibuka untuk dimanfaatkan masyarakat secara terbatas dan bertanggung jawab.
Selain menjaga ekosistem, pembukaan sasi juga menjadi langkah masyarakat memperkenalkan potensi wisata Pantai Pasir Panjang yang dikenal memiliki hamparan pasir putih dan panorama alam yang masih alami. Masyarakat berharap kawasan itu kembali dikenal wisatawan seperti sebelumnya.
Salah satu pemilik hak ulayat Pantai Pasir Panjang, Orgenes Rumbiak, menegaskan masyarakat adat mendukung pengembangan wisata berbasis adat di Kampung Isenebuai. Ia berharap pemerintah daerah dan provinsi dapat membantu pembangunan infrastruktur penunjang wisata sehingga masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian alam dan budaya setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....