Life Skill Jadi Strategi BNNP Papua Barat Cegah Penyalahgunaan Narkoba

  • 12 Mei 2026 14:25 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui berbagai program pembinaan yang menyasar generasi muda hingga mantan warga binaan. Langkah tersebut dilakukan tidak hanya melalui penyuluhan, tetapi juga pemberdayaan dan penguatan keterampilan hidup.

Penyuluh Ahli Madya BNNP Papua Barat, Drg. Indah Perwitasari, mengatakan salah satu program yang dijalankan adalah pelatihan life skill bagi masyarakat, termasuk mereka yang telah keluar dari lembaga pemasyarakatan.

Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan membantu peserta memperoleh keterampilan yang dapat digunakan untuk mencari penghasilan secara mandiri. Dengan begitu, mereka diharapkan tidak kembali terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkoba.

“Kami memberikan pelatihan keterampilan agar mereka bisa memperoleh penghasilan yang lebih baik dan membantu keluarga tanpa harus kembali terlibat narkoba,” ujarnya pada Selasa, 12 Mei 2026.

Selain pemberdayaan ekonomi, BNNP Papua Barat juga fokus pada pembinaan anak-anak melalui program Ananda Bersinar. Program tersebut dijalankan dengan masuk ke sekolah-sekolah guna memberikan edukasi sejak dini tentang bahaya narkoba dan pentingnya membangun karakter positif.

Indah menjelaskan, penyalahgunaan narkoba kerap dipengaruhi persoalan lingkungan keluarga dan kurangnya perhatian terhadap perkembangan anak. Karena itu, pendekatan pencegahan dinilai perlu dimulai sejak usia dini melalui pendidikan dan penguatan lingkungan sosial yang sehat.

BNNP Papua Barat juga terus mendorong penerapan kurikulum anti narkoba di sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah preventif untuk membangun kesadaran pelajar terhadap bahaya narkotika.

Selain itu, Indah menilai generasi muda Papua Barat memiliki potensi besar di bidang olahraga seperti sepak bola, bola voli, dan atletik. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan dan pembinaan yang terarah agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan negatif.

“Anak-anak Papua Barat punya banyak potensi. Tinggal bagaimana semua pihak bersama-sama memberikan dukungan dan arah yang baik agar mereka bisa berkembang dan tidak lari ke hal-hal negatif,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga organisasi olahraga dapat bersinergi membangun lingkungan yang sehat, aman, dan produktif bagi generasi muda Papua Barat demi mencegah penyalahgunaan narkoba di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....