Konten Kreatif Jadi Cara BNNP Papua Barat Edukasi Bahaya Narkoba

  • 12 Mei 2026 13:34 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat terus mengembangkan pendekatan kreatif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang lebih dekat dengan kehidupan remaja saat ini.

Penyuluh Ahli Madya BNNP Papua Barat, Drg. Indah Perwitasari, mengatakan perkembangan media sosial menjadi peluang untuk menyampaikan pesan bahaya narkoba dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima anak muda.

Menurutnya, generasi muda saat ini lebih tertarik pada konten digital, termasuk video pendek di berbagai platform media sosial. Karena itu, BNNP Papua Barat mencoba menghadirkan edukasi melalui konsep cerita dan konten kreatif yang dekat dengan keseharian remaja.

“Anak-anak sekarang lebih tertarik dengan media sosial. Jadi edukasi tentang bahaya narkoba juga harus dikemas lebih menarik agar mudah diterima oleh generasi muda,” ujarnya pada Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam pelaksanaannya, BNNP Papua Barat melibatkan pelajar yang memiliki potensi di sekolah, termasuk pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS. Mereka diberikan pembinaan melalui program pengembangan soft skill untuk membuat konten edukasi terkait bahaya narkoba.

Melalui program tersebut, para pelajar diajak memproduksi video kreatif yang membahas dampak penyalahgunaan narkoba hingga langkah pencegahannya. Pendekatan ini dinilai efektif karena mengikuti minat generasi muda yang aktif membuat konten di media sosial.

Selain menggandeng pelajar, BNNP Papua Barat juga melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga organisasi perangkat daerah dalam berbagai kegiatan penyuluhan. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting karena penanganan narkoba tidak dapat dilakukan hanya oleh BNN semata.

Ia menegaskan, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan demi melindungi generasi muda Papua Barat dari ancaman narkotika.

“BNN tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan semua pihak agar upaya penyelamatan generasi muda dari bahaya narkoba dapat berjalan maksimal,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, BNNP Papua Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat, sekaligus mendorong generasi muda untuk memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....