Pemuda dan Masyarakat Arfak Tuntut Kepastian Jabatan Kakanwil Kemenag Pabar
- 12 Mei 2026 08:07 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Solidaritas Pemuda dan Masyarakat Suku Besar Arfak Papua Barat menggelar aksi penyampaian aspirasi pada Senin,11 Mei 2026. Mereka mendesak Menteri Agama RI segera melantik Barnabas Dowansiba sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat definitif.
Aksi dilakukan di dua titik, yakni di Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat. Massa menilai posisi Barnabas Dowansiba yang hingga kini masih menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) selama sekitar enam bulan perlu segera ditetapkan definitif demi kelancaran pelayanan keagamaan di Papua Barat.
Orator aksi, Jhonyson Derebi, mengatakan pihaknya meminta MRP Papua Barat ikut berkoordinasi dengan Menteri Agama agar proses pelantikan segera dilakukan.
Menurutnya, masyarakat Arfak melihat adanya kepentingan politik yang menyebabkan pelantikan tersebut belum dilakukan hingga saat ini.
“Kami datang menyuarakan hak kesulungan kami sebagai masyarakat hukum adat. Kami meminta supaya hak itu diberikan sesuai amanat Otonomi Khusus,” ujarnya dalam orasi.
Ia menambahkan, keberadaan pejabat definitif dinilai penting karena kewenangan seorang pelaksana tugas terbatas, sehingga berdampak pada pelayanan kepada umat beragama di Papua Barat.
Dalam aksi tersebut, massa juga memberikan tenggat waktu selama dua minggu kepada Kementerian Agama RI untuk menetapkan Barnabas Dowansiba sebagai Kepala Kanwil Kemenag Papua Barat definitif.
“Kalau dalam dua minggu belum ada kepastian, maka kami akan melakukan mogok kerja di wilayah Kantor Kementerian Agama Provinsi Papua Barat,” ucapnya.
Sementara itu, Barnabas Dowansiba menyampaikan apresiasi kepada para pemuda dan masyarakat Arfak yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung.
Ia menegaskan pihaknya hanya menerima dan menampung aspirasi untuk kemudian diteruskan kepada Menteri Agama selaku pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan.
“Kami di kantor wilayah hanya sebagai perpanjangan tangan Menteri Agama di daerah. Aspirasi ini akan kami teruskan kepada pimpinan di pusat,” katanya.
Barnabas juga menegaskan aksi tersebut murni merupakan inisiatif masyarakat dan pemuda Arfak, bukan atas dorongan dirinya.
Menurutnya, masyarakat adat Arfak menginginkan dirinya tetap mengabdi di lingkungan Kementerian Agama karena dianggap sebagai satu-satunya putra asli Arfak yang bekerja di institusi tersebut.
“Aspirasi ini murni dari masyarakat dan pemuda Arfak. Kami hanya menerima dan meneruskan kepada pimpinan di pusat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....