Polres Pegunungan Arfak Pastikan Hilangnya Presenter TVRI PB akibat Kecelakaan

  • 24 Jul 2026 09:02 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Pegunungan Arfak - Kepolisian Resor Pegunungan Arfak memastikan hilangnya presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, merupakan kecelakaan murni akibat korban tergelincir saat berupaya membantu rekannya menyeberangi sungai.

Kapolres Pegunungan Arfak AKBP Bernadus Okoka mengatakan, kesimpulan sementara tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap dua saksi yang selamat, yakni Desty Teny dan Petra Pattipeilohy. Keterangan keduanya dinilai konsisten dan diperkuat dengan hasil olah tempat kejadian perkara.

“Dari hasil pemeriksaan penyidik, peristiwa ini masih pada tahap kecelakaan murni. Kedua saksi yang merupakan teman korban memberikan keterangan yang konsisten dan tidak berubah-ubah saat kami lakukan olah TKP,” ujarnya.

Menurut keterangan saksi, peristiwa bermula ketika Yanto bersama kedua rekannya berwisata di kawasan Air Terjun Memti. Korban yang memiliki postur tubuh lebih besar berinisiatif membantu menyeberangkan barang-barang milik mereka, termasuk telepon seluler, ke seberang sungai.

Setelah itu, Yanto kembali menyeberangi sungai untuk membantu Desty. Namun, saat hendak menyeberangkan rekannya tersebut, korban diduga kehilangan keseimbangan dan tergelincir.

“Saksi laki-laki sempat berusaha memegang, namun yang tertangkap hanya saksi perempuan,” jelasnya.

Korban kemudian jatuh ke dalam aliran sungai. Berdasarkan keterangan saksi, Yanto jatuh dengan posisi kaki terlebih dahulu ke dalam air. Namun, lokasi tersebut diketahui memiliki pusaran air yang cukup dalam dan arus yang kuat.

Usai kejadian, kedua saksi sempat melakukan pencarian secara mandiri selama sekitar dua hingga tiga jam di sekitar aliran sungai. Keduanya kemudian berusaha menuju permukiman warga untuk meminta pertolongan.

Kapolres mengatakan, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 13.00 WIT. Namun, karena kondisi medan dan akses yang sulit, kedua saksi baru tiba di permukiman warga sekitar pukul 18.00 WIT. Laporan kepada pihak kepolisian diterima sekitar pukul 18.30 WIT.

Dalam proses pencarian, tim gabungan juga sempat menemukan sepasang sandal yang terbawa arus hingga sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian ke arah hilir. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, sandal tersebut diketahui merupakan milik Desty dan bukan milik korban.

Hingga memasuki hari keenam operasi pencarian, Yanto Idorway masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran secara maksimal dengan menyusuri aliran sungai, celah-celah batu hingga bagian dasar sungai yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Kapolres Pegunungan Arfak mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait hilangnya Yanto.

Masyarakat diminta tidak terpengaruh oleh opini, isu, maupun spekulasi liar yang beredar di media sosial dan menyerahkan proses pencarian serta penyelidikan kepada tim gabungan dan pihak berwenang.

Di sisi lain, proses pencarian masih menghadapi berbagai kendala alam, mulai dari medan yang berat, arus sungai, bebatuan licin, hingga kondisi cuaca dan jarak lokasi yang cukup sulit dijangkau. Tim SAR gabungan memastikan upaya pencarian terhadap Yanto Idorway akan terus dioptimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....