Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Picu Tekanan Sopir Lintas Daerah

  • 20 Apr 2026 19:15 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite mulai dirasakan dampaknya oleh sopir angkutan lintas rute Manokwari–Teluk Bintuni. Lonjakan biaya operasional tersebut dinilai semakin menekan pendapatan, terutama di tengah kondisi jumlah penumpang yang minim. Hal ini disampaikan oleh salah seorang sopir lintas daerah, Bakri pada Senin, 20 April 2026.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi ini memaksa para pengemudi untuk lebih cermat dalam mengatur pengeluaran selama perjalanan. Saat stok biosolar tidak tersedia, mereka terpaksa beralih menggunakan Dexlite dengan harga yang jauh lebih tinggi.

“Kalau stok biosolar kosong, otomatis kita pakai Dexlite. Mau tidak mau, walaupun harganya jauh lebih mahal,” kata Bakri.

Menurutnya, selisih harga bahan bakar tersebut berdampak signifikan terhadap biaya operasional harian. Untuk pengisian penuh tangki kendaraan berkapasitas sekitar 60 liter, pengeluaran kini meningkat drastis dibanding sebelumnya.

Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan bersih yang diterima sopir. Dari total pemasukan sekali perjalanan yang berkisar Rp2 juta, sebagian besar harus dialokasikan untuk biaya bahan bakar, sehingga sisa penghasilan menjadi semakin terbatas.

“Pendapatan tetap, tapi biaya naik. Jadi yang dibawa pulang jauh berkurang,” katanya.

Di tengah tekanan tersebut, para sopir belum mengambil langkah untuk menaikkan tarif angkutan. Mereka mempertimbangkan risiko berkurangnya jumlah penumpang yang saat ini sudah relatif sepi.

“Kalau tarif dinaikkan, takutnya penumpang makin tidak ada,” jelasnya.

Selain itu, jumlah penumpang yang tidak menentu juga menjadi tantangan tersendiri. Dalam beberapa perjalanan, kendaraan hanya terisi satu hingga dua penumpang, sehingga sopir lebih mengandalkan jasa pengiriman barang untuk menutup biaya operasional.

Para sopir menilai kondisi ini turut dipengaruhi oleh semakin baiknya infrastruktur jalan antarwilayah. Kemudahan akses membuat masyarakat kini lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan angkutan umum.

Meski demikian, para pengemudi berharap adanya perhatian dari pemerintah terkait kebijakan harga BBM, khususnya Dexlite, agar lebih terjangkau bagi pelaku transportasi di daerah. Tanpa adanya solusi, mereka khawatir kondisi ini akan berdampak pada keberlangsungan usaha angkutan lintas di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....