DPRK Manokwari Gelar RDP, Evaluasi Banjir dan Penataan Pasar Sanggeng

  • 10 Apr 2026 21:25 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari — DPRK Manokwari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat, 10 April 2026 bersama sejumlah organisasi perangkat daerah untuk mengevaluasi penyebab banjir yang terjadi di kawasan Pasar Sanggeng. Rapat ini sekaligus membahas kondisi pasar yang dinilai masih memerlukan pembenahan dari berbagai aspek.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manokwari, Albertus, mengungkapkan bahwa banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi dalam waktu singkat. Air dari daratan meningkat drastis dan tidak dapat tertampung oleh sistem drainase, sehingga meluap ke area pasar.

Ia menjelaskan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya penyumbatan saluran akibat sampah yang masuk ke dalam pipa drainase. Sampah tersebut menghambat aliran air dan menyebabkan genangan meluas.

“Kami sudah turun langsung dan menemukan banyak sampah di dalam saluran. Itu yang menjadi salah satu penyebab utama air tidak mengalir dengan baik,” katanya.

Selain itu, Albertus juga menyoroti adanya kerusakan fungsi penyaring sampah di saluran air yang diduga dilepas oleh oknum, sehingga memperparah kondisi. Ia menegaskan bahwa saat masa pembangunan, sistem drainase berjalan normal dan tidak pernah terjadi banjir.

Dari sisi lain, faktor lingkungan juga turut berpengaruh, seperti sedimentasi di hulu sungai yang menyebabkan pendangkalan. Hal ini membuat kapasitas tampung air berkurang dan meningkatkan risiko meluapnya air saat hujan deras.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manokwari, Yahya Maabuat, menambahkan bahwa persoalan di Pasar Sanggeng juga dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran pedagang dalam menjaga kebersihan. Ia menyebut, kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi masalah yang terus berulang.

Menurutnya, selama masa uji coba operasional pasar, keterbatasan anggaran turut memengaruhi penataan dan pengelolaan pasar secara maksimal. Kondisi ini membuat pasar terlihat kurang tertib dan tidak terkelola dengan baik.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Manokwari, Yusuf Kayukatui, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penertiban di area pasar, terutama terkait parkir kendaraan. Namun, ia menilai masalah utama tetap berada pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam forum tersebut, Ketua Komisi III DPRK Manokwari, Abu Rumkei, menegaskan pentingnya langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang berulang. Ia meminta seluruh pihak tidak hanya fokus pada penyebab, tetapi juga mencari solusi jangka panjang.

Ia juga menekankan perlunya edukasi berkelanjutan kepada pedagang agar lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, tanpa perubahan perilaku, masalah serupa akan terus terjadi.

Anggota DPRK Haryono May juga turut mendorong adanya perencanaan ulang terkait sistem drainase dan pengelolaan pasar, guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem ke depan.

Melalui RDP ini, DPRK berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, petugas lapangan, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta memperbaiki sistem pengelolaan Pasar Sanggeng agar kejadian banjir tidak kembali terulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....