Pemprov Papua Barat Ajak Warga Bijak Konsumsi Energi di tengah Dampak Konflik Glob
- 29 Mar 2026 16:37 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari – Kepala Biro Perekonomian Setda Papua Barat, Jefrry Auparai, menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah berdampak luas terhadap perekonomian dunia. Dampak tersebut turut dirasakan hingga ke daerah, termasuk Papua Barat, terutama pada sektor energi.
Ia menyampaikan bahwa minyak dan gas menjadi sektor paling terdampak akibat situasi global yang tidak menentu. Kondisi ini berpengaruh pada harga serta distribusi energi di berbagai wilayah.
Menurut Jefrry, pemerintah mendorong langkah efisiensi, termasuk penghematan penggunaan BBM. Ia mengingatkan agar tidak terjadi pemborosan demi menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
Selain itu, perlambatan perputaran ekonomi juga mulai dirasakan. Aktivitas ekonomi diperkirakan tidak akan berjalan optimal seperti tahun-tahun sebelumnya.
Masyarakat pun diimbau untuk menerapkan pola belanja bijak dengan memprioritaskan kebutuhan utama. “Pengaruh perang di Timur Tengah ini sangat besar, bukan saja Indonesia, tetapi seluruh dunia, terutama pada gas dan minyak,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.
Jefrry juga menekankan pentingnya sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Polda Papua Barat dalam melaksanakan operasi pasar. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah penimbunan dan menjaga harga tetap stabil.
Pengawasan difokuskan di sejumlah pasar seperti Pasar Wosi dan Pasar Sanggeng agar distribusi barang tetap lancar. Pemerintah kabupaten juga diharapkan aktif mengambil langkah pengendalian inflasi di wilayah masing-masing.
Ia turut mengapresiasi Gubernur Papua Barat yang turun langsung memantau kondisi pasar dan pelaku usaha serta melakukan operasi pasar untuk membantu masyarakat.
Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi. “Ini masalah internasional, jadi kita semua harus sadar untuk menghemat BBM agar tidak mengalami kesulitan ke depan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....