Pemprov Dorong PWKI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

  • 26 Mar 2026 14:47 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari – Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) II DPD Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Papua Barat berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, Kamis, 26 Maret 2026. Mewakili Gubernur Papua Barat, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Papua Barat, Nency Wyzer, menegaskan pentingnya peran perempuan Kristen dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Nency Wyzer menyampaikan bahwa PWKI yang aktif di Papua Barat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan masyarakat, khususnya dalam penguatan nilai-nilai rohani, kebersamaan, serta pemberdayaan perempuan di seluruh pelosok provinsi.

“Pemerintah Provinsi Papua Barat sangat menghargai peran nyata PWKI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam berbagai program sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan,” ujarnya.

Ia juga menilai tema Musda II, yakni “Melayani dengan kasih, memimpin dengan integritas, membangun dengan iman untuk PWKI yang berdampak”, sebagai tema yang relevan dan inspiratif dalam menjawab tantangan organisasi ke depan.

Menurutnya, melayani dengan kasih berarti setiap langkah organisasi harus dilandasi ketulusan hati dan rasa cinta kepada sesama, khususnya perempuan. Sementara memimpin dengan integritas menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang baik harus dijalankan secara jujur, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

“Sedangkan membangun dengan iman menegaskan bahwa fondasi terkuat dari setiap karya nyata adalah keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan yang harus terus dijunjung tinggi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia berharap tema tersebut dapat menjadi roh yang menggerakkan seluruh program kerja PWKI ke depan agar semakin berdampak bagi masyarakat Papua Barat.

Dalam kesempatan itu, Nency juga mengajak seluruh peserta Musda untuk memanfaatkan forum tersebut secara maksimal, baik dalam berdiskusi secara konstruktif, mengevaluasi capaian organisasi, maupun merumuskan arah kebijakan dan program kerja yang inovatif.

“Musyawarah ini hendaknya dilaksanakan dengan semangat persaudaraan, penuh hikmat, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....