YPK Tanah Papua Perkuat Mutu Pendidikan di Usia 64 Tahun
- 09 Mar 2026 21:49 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 melalui ibadah syukur yang digelar di Manokwari, Senin, 9 Maret 2026. Peringatan ini mengangkat tema Kasih Kristus Menggerakkan Kepedulian terhadap Pendidikan Bermutu dan Menciptakan Sekolah YPK Berbudaya Lingkungan.
Sub tema yang diusung dalam perayaan tersebut yakni mendorong terwujudnya sekolah YPK yang ramah anak sekaligus ramah lingkungan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, menegaskan YPK memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan di Tanah Papua. Menurutnya, YPK memiliki sejarah panjang dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat Papua sekaligus membangun karakter generasi muda.
“YPK di Tanah Papua memiliki peran penting dalam membangun peradaban melalui pendidikan serta menanamkan nilai karakter kepada generasi muda Papua,” ujarnya.
Ia juga menilai komitmen YPK dalam menciptakan sekolah ramah anak dan berbudaya lingkungan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Sementara itu, Ketua Pengurus Sekolah Wilayah (PSW ) YPK Kabupaten Manokwari, Naftali Asmuruf , mengatakan peringatan HUT ke-64 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah YPK.
Ia menegaskan YPK menerapkan kebijakan ketat terkait kemampuan dasar siswa, khususnya kemampuan membaca.
“Kami tidak ingin meluluskan siswa yang belum mampu membaca sesuai jenjang pendidikan. Ini menjadi komitmen kami dalam menjaga mutu pendidikan di YPK,” katanya.
Selain itu, YPK juga tidak menerima siswa pindahan yang tinggal kelas kemudian langsung dinaikkan tingkatnya di sekolah YPK.
“Jika siswa pindah dari sekolah lain dan sebelumnya tinggal kelas, maka tetap harus melanjutkan di kelas yang sama. Kami tidak ingin YPK dianggap sebagai sekolah buangan,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, YPK Manokwari juga menjalin kerja sama dengan Universitas Papua melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik sarjana.
Melalui program tersebut, guru yang masih berpendidikan diploma dapat melanjutkan pendidikan berdasarkan pengalaman kerja dan portofolio yang dimiliki.
Naftali menambahkan, pihaknya berharap dukungan dari pemerintah daerah agar sekolah-sekolah YPK dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Papua.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, sehingga YPK dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi masyarakat Papua,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....