HPN 2026, PWI Papua Barat Perkuat Sinergi dan Profesionalisme Pers

  • 01 Mar 2026 16:59 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dirangkaikan dengan syukuran dan buka puasa bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers di tengah tantangan disrupsi digital dan maraknya disinformasi.

Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Manokwari, Jumat Februari 2026, mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Tema tersebut dinilai relevan dengan situasi saat ini, ketika media dituntut tetap profesional dan berintegritas di tengah arus informasi yang kian deras.

Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marthen Kocu, menegaskan pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi dan mendorong kemajuan daerah.

“Pers yang sehat bukan hanya soal eksistensi media, tetapi tentang profesionalisme, integritas, dan etika jurnalistik yang dijunjung tinggi dalam setiap pemberitaan. Ekosistem media yang kuat memiliki hubungan erat dengan ketahanan ekonomi dan kemajuan bangsa,” ujar Marthen.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Barat menyadari pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan serta pengawasan konstruktif dari media.

“Kritik yang membangun, kontrol sosial yang objektif, serta penyampaian informasi yang transparan merupakan bagian dari kemitraan strategis antara pemerintah dan pers,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, mengapresiasi peran pers sebagai salah satu pilar penting demokrasi di daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari kontribusi insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat dan berimbang.

Ketua PWI Papua Barat, Bustam, menegaskan bahwa pers merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa, termasuk dalam perjalanan pembangunan di Papua Barat. Ia menyebut secara regulasi, pers telah menikmati kebebasan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers, namun kebebasan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab dan peningkatan kapasitas.

“Tantangan pers saat ini adalah bergelut dengan media sosial. Informasi yang tersebar di media sosial sering kali tidak memenuhi kaidah jurnalistik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kemajuan teknologi harus direspons dengan peningkatan kualitas kerja jurnalistik.

“Kita tidak membenci kemajuan teknologi, tapi bagaimana agar kemajuan teknologi tidak mempengaruhi kerja pers yang tetap pada jalur kaidah jurnalistik,” kata Bustam.

Ketua Panitia HPN 2026, Ari Amstrong, melaporkan rangkaian kegiatan HPN di Papua Barat diawali dengan penanaman pohon di Kampung Katebu yang dihadiri Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, serta pembagian 1.000 bibit pohon kepada masyarakat di kawasan Lampu Merah Haji Bauw. Selain itu, PWI juga merencanakan kegiatan penguatan kapasitas wartawan pada 4 Maret mendatang.

Peringatan HPN 2026 di Papua Barat tidak hanya menjadi ajang refleksi peran pers, tetapi juga penegasan komitmen menjaga independensi, integritas, serta keberanian menyuarakan kebenaran demi memperkuat demokrasi di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....