Deklarasi BKAG Papua Barat Perkuat Sinergi Gereja

  • 27 Feb 2026 07:45 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pembentukan Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Provinsi Papua Barat resmi dideklarasikan dalam rangkaian kegiatan Pastor’s Retreat – Level Up Character Building with G.O.S.P.E.L Principles yang digelar pada 25–26 Februari 2026 di Hotel Aston Niu Manokwari.

Deklarasi tersebut dibacakan Ketua Panitia, Pdt. Hugo Warpur, dan diikuti seluruh peserta dengan menyatakan berdirinya BKAG Provinsi Papua Barat dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Tuhan Yesus Kristus.

“Dengan ini kami para pimpinan Badan Kerjasama Antar Gereja kabupaten se-Provinsi Papua Barat mendeklarasikan berdirinya Badan Kerjasama Antar Gereja Provinsi Papua Barat di Manokwari. Tuhan Yesus memberkati pergerakan ini,” ujar Pdt. Hugo.

Dalam laporannya, ia menyampaikan kegiatan retreat diikuti 111 peserta dari berbagai kabupaten, di antaranya Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama. Ia mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilainya terjadi karena anugerah Tuhan serta dukungan banyak pihak, termasuk sponsor YISA yang membantu persiapan dalam waktu sekitar dua bulan.

“Kami tidak menyangka dalam waktu singkat peserta dari berbagai kabupaten bisa hadir. Ini bukan sekadar perencanaan manusia, tetapi karena kemurahan Tuhan,” ungkapnya.

Pdt. Hugo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari atas dukungan transportasi dan akomodasi bagi peserta. Ia menegaskan kepengurusan BKAG Provinsi yang diumumkan saat ini masih bersifat sementara dengan masa tugas 1–2 tahun guna menyiapkan struktur dan administrasi yang lebih lengkap.

“Kepengurusan ini bersifat transisi untuk mempersiapkan sistem yang matang. Nanti akan dibentuk struktur definitif yang mengakomodir semua unsur,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan retreat sekaligus deklarasi BKAG tingkat provinsi tersebut. Ia menilai pembentukan BKAG Provinsi menjadi momentum penting bagi perjalanan umat Kristen di Papua Barat.

“Ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak sejarah baru bagi umat Kristen di Papua Barat. BKAG menjadi ruang partisipasi strategis bagi para hamba Tuhan dan seluruh sumber daya gereja,” ujarnya.

Menurutnya, bertumbuhnya organisasi sosial keagamaan harus dipandang sebagai ruang kolaborasi, bukan sumber perpecahan. Keberagaman denominasi, kata dia, justru merupakan kekayaan yang apabila disatukan dalam wadah kerja sama akan menjadi kekuatan besar.

Ia memaparkan sejumlah alasan strategis pembentukan BKAG Provinsi, di antaranya memperkuat koordinasi antar gereja lintas kabupaten/kota, menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat, mempermudah dialog kebijakan, serta mengoordinasikan pelayanan sosial keagamaan secara lebih efektif.

Bupati Hermus juga menekankan bahwa pembangunan karakter bangsa tidak cukup dilakukan melalui pendekatan struktural semata, tetapi membutuhkan kontribusi nyata lembaga keagamaan.

“Kita memerlukan penguatan karakter para pelayan Tuhan agar mampu menjadi teladan di tengah kehidupan sosial,” katanya.

Dengan mengusung tema Character Building with G.O.S.P.E.L Principles, retreat tersebut dinilai relevan menjawab tantangan moral dan spiritual masyarakat saat ini.

Melalui deklarasi ini, diharapkan sinergi antara gereja dan pemerintah di Papua Barat semakin kokoh dalam membangun kehidupan umat yang harmonis, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai Injil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....