PAM GKI Manyosi Ajak Warga Hidupkan Semangat Tolong Sesama
- 22 Feb 2026 19:56 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Ketua PAM GKI Manyosi Manokwari, Abdon Leonardo Yenusi pada podcast bersama rri Manokwari, mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kembali semangat saling menolong dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, membantu sesama berarti hadir sebagai penolong untuk menjawab kebutuhan orang lain tanpa mengharapkan pamrih, karena setiap kebaikan pada akhirnya akan kembali dalam bentuk lain.
Abdon menjelaskan, sikap menolong tanpa mengharap balasan dapat dimulai dari hal sederhana di rumah. Ia mencontohkan kebiasaan mencuci piring yang kemudian digunakan orang lain tanpa mengetahui prosesnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebaikan bisa dilakukan tanpa perlu pengakuan atau imbalan, dan nilai itu dapat diterapkan baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa membantu sesama merupakan nilai kemanusiaan yang mampu meruntuhkan batas-batas perbedaan suku maupun agama.
“Karena satu hal yang bisa merubuhkan batas antara suku ini atau agama ini yaitu membantu sesama atau menolong sesama. Membantu sesama yang bisa menabrak batas-batas itu di tengah masyarakat yang sedang dikotak-kotakan, ini yang memperkuat kemanusiaan,” kata Abdon.
Namun demikian, Abdon menilai rasa tolong-menolong di tengah masyarakat saat ini cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Ia mencontohkan, ketika terjadi kecelakaan di jalan, hanya segelintir orang yang tergerak untuk memberikan pertolongan. Selain itu, meningkatnya tingkat kejahatan di kota juga menjadi indikator berkurangnya kepedulian sosial antarwarga.
Untuk menumbuhkan kembali kepedulian tersebut, PAM GKI Manyosi Manokwari secara rutin menggelar berbagai kegiatan sosial. Menjelang hari-hari besar gerejawi seperti Paskah dan Natal, pihaknya membuka donasi pelayanan kasih bagi jemaat di wilayah pinggiran yang sulit dijangkau, bahkan belum memiliki listrik maupun jaringan komunikasi.
Salah satu lokasi pelayanan yang menjadi sasaran adalah kampung Nyap, distrik Ron di Kabupaten Teluk Wondama. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran sesuai kebutuhan jemaat. Selain itu, di lingkungan gereja juga terdapat Bulan Diakonia, yakni momentum khusus untuk melakukan aksi nyata membantu masyarakat kurang mampu.
Abdon menambahkan, manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang saling bergantung satu sama lain sejak kecil hingga dewasa. Karena itu, ia berharap nilai kepedulian dan semangat menolong sesama terus ditanamkan dalam pola pikir masyarakat agar kehidupan sosial yang harmonis dapat terwujud.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....