Cinta Tanah Air Dibangun Lewat Pola Asuh

  • 10 Feb 2026 13:46 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Putri Novitasari Apriyani, S.Psi., Psikolog Dinas Sosial Kabupaten Manokwari dalam podcast bersama RRI Manokwari menjelaskan bahwa cinta tanah air merupakan perasaan mendalam, tulus, dan penuh pengorbanan terhadap bangsa dan negara. Nilai tersebut tidak tumbuh secara instan, melainkan harus ditanamkan sejak dini melalui lingkungan terdekat, yakni keluarga dan sekolah. Peran orang tua dinilai sangat penting dalam menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak sejak di rumah.

Putri Novitasari Apriyani menjelaskan, pengetahuan orang tua mengenai pola asuh dan parenting sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Mulai dari cara anak bersosialisasi hingga pembentukan karakter dasar perlu diterapkan terlebih dahulu di lingkungan keluarga. Salah satu cara sederhana adalah dengan mengenalkan nilai kebangsaan melalui cerita sejarah dan makna Bhinneka Tunggal Ika.

Di era digital saat ini, anak-anak cenderung lebih dekat dengan gadget dibandingkan orang tua. Kurangnya interaksi di rumah membuat anak lebih percaya informasi dari perangkat digital. Oleh karena itu, orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang hangat dengan anak melalui kebiasaan duduk bersama, berdiskusi, dan mendengarkan cerita anak agar mereka merasa diperhatikan.

“Sebenarnya itu bisa diperbaiki dengan adanya kerja sama antara orang tua dan guru. Anak-anak memang tidak selalu langsung menerima nasihat, tetapi dengan arahan yang perlahan dan berulang, mereka akan membaik. Karena itu, peran orang tua dan guru harus berjalan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, pola asuh orang tua menjadi kunci utama dalam pembentukan perilaku anak. Anak cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya di rumah. Jika anak sudah terlanjur berada pada jalur negatif, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap pendekatan yang selama ini diterapkan, termasuk apakah pola asuh terlalu keras atau kurang komunikatif.

Dalam kondisi tertentu, anak yang tidak lagi nyaman bercerita kepada orang tua dapat diarahkan untuk berbagi dengan guru, khususnya guru bimbingan konseling atau guru lain yang dianggap mampu memberikan rasa aman. Dengan demikian, permasalahan anak dapat diketahui lebih dini dan dicarikan solusi bersama.

Selain itu, orang tua juga diharapkan mampu menjadikan anak sebagai role model dengan memberikan apresiasi atas perilaku positif. Pujian, pelibatan anak dalam diskusi keluarga, serta pengakuan atas prestasi dan sikap baik dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri anak sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab, toleransi, dan cinta tanah air sejak usia dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....