Antusiasme Warga Berburu Takjil di Manokwari

  • 03 Mar 2026 18:34 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda di Manokwari. Menjelang waktu berbuka puasa, deretan lapak penjual takjil ramai diserbu warga. Aroma gorengan yang baru diangkat, manisnya aneka minuman segar, hingga jajanan khas daerah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Salah satu warga, Ibu Pelu, mengaku suasana penjualan takjil tahun ini cukup ramai. Meski dirinya tidak selalu berada langsung di pinggir jalan, ia tetap bisa melihat antusiasme pembeli yang datang silih berganti.

"Alhamdulillah ramai. Tiap hari itu habis, alhamdulillah. Nggak terlalu cepat habis, tapi ya ada ramai juga,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Untuk menu berbuka, Ibu Pelu biasanya membeli jalangkote dan risoles. Menurutnya, membeli takjil secukupnya menjadi salah satu hal penting selama Ramadan.

"Kita harus belanja yang untuk berbuka puasa saja. Yang dibutuhkan saja kita beli,” katanya.

Baginya, jalangkote dan risoles menjadi pilihan favorit untuk menemani waktu berbuka puasa bersama keluarga.

Tak hanya umat Muslim, antusiasme berburu takjil juga dirasakan warga dari latar belakang berbeda. Vero, seorang warga Nasrani, mengaku tetap semangat ikut “war takjil” meski tidak menjalankan ibadah puasa.

“Saya sangat antusias sih, apalagi di bulan Ramadan ini para penjual takjil banyak dan kita senang bisa melihat berbagai macam makanan dan minuman,” ucapnya.

Menurut Vero, keberagaman kuliner yang dijajakan selama Ramadan justru menjadi momen yang dinantikan. Aneka makanan manis dan gorengan yang khas bulan puasa membuat suasana terasa meriah dan penuh kebersamaan.

“Walaupun saya umat Nasrani, tapi saya antusias sekali untuk war takjil. Penjual-penjual kuliner makin beragam dan makanannya juga beragam. Itu yang membuat kami senang,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadan di Manokwari bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kebersamaan dan toleransi. Antusiasme masyarakat berburu takjil menjadi gambaran nyata bagaimana tradisi kuliner mampu menyatukan berbagai kalangan dalam suasana yang hangat dan penuh suka cita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....