Pengendalian Diri dan Disiplin dalam Berpuasa

  • 28 Feb 2026 15:27 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Puasa, khususnya selama bulan Ramadan, merupakan ibadah yang secara signifikan mendorong aksi sosial dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Pengalaman menahan lapar dan dahaga menumbuhkan empati, yang kemudian mendorong tindakan nyata dalam berbagi. Hal ini disampaikan Muhammad Syahrul dalam program Tauladan Produa Manokwari.

Puasa membangun empati dengan memaksa individu merasakan langsung lapar dan dahaga, yang menumbuhkan kepekaan sosial terhadap penderitaan fakir miskin. Pengalaman fisik ini mengikis kesombongan, mendorong solidaritas untuk berbagi (zakat/sedekah), serta melatih pengendalian diri agar lebih peduli dan tidak egois terhadap sesama.

" Dalam ajaran Islam, Allah SWT menjanjikan balasan yang sangat besar bagi orang yang berbagi, bersedekah, dan memberi makan orang yang berpuasa (ifthar) selama bulan Ramadhan. Kebaikan ini dilipatgandakan pahalanya karena Ramadhan adalah bulan mulia (syaraful zaman)."Ujarnya.

Muhammad Syahrul mengatakan rasa lapar saat berpuasa menumbuhkan rasa peduli dan kasih sayang terhadap fakir miskin dan kaum dhuafa. Umat Muslim meningkatkan berbagi kepada kaum dhuafa di bulan Ramadan karena pahala dilipatgandakan dan sebagai wujud empati sosial. Amalan ini meliputi pemberian takjil, zakat fitrah, sedekah sembako, dan santunan anak yatim untuk mempererat ukhuwah serta menyucikan jiwa.

Bulan Ramadan adalah momen istimewa untuk muhasabah (introspeksi diri), memperbaiki kualitas ibadah, serta mengendalikan hawa nafsu guna menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Ini adalah waktu emas untuk mengevaluasi kekurangan diri, meningkatkan kesalehan sosial, dan konsisten berbuat kebaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....