Pasar Pakaian Bintuni Masih Sepi saat Ramadan

  • 03 Mar 2026 13:37 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Memasuki hari ke-13 Ramadan 1447 Hijriah, lapak pakaian di Pasar Sentral Teluk Bintuni masih terlihat sepi pembeli. Pantauan di lapangan, Selasa 3 Maret 2026. Seluruh lapak tidak dikunjungi pembeli, kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pertengahan Ramadan biasanya mulai ramai oleh warga yang berbelanja kebutuhan Lebaran.

Sejumlah pedagang menduga sepinya pasar disebabkan kondisi keuangan masyarakat yang masih sulit pada awal tahun. Banyak pedagang dan warga mengeluhkan belum stabilnya kondisi keuangan daerah.

Diana, pedagang pakaian di los bagian belakang pasar, mengaku dalam beberapa hari terakhir hampir tidak ada pembeli yang datang ke lapaknya.

“Kadang satu hari hanya satu pembeli, setelah itu bisa lima sampai tujuh hari tidak ada pembeli sama sekali,” ujarnya. Padahal, ia berharap Ramadan menjadi momentum peningkatan penjualan, terutama untuk pakaian dan mukena yang biasa diburu masyarakat untuk salat tarawih dan Idul Fitri.

Kondisi serupa juga dialami Alam, pedagang pakaian di los bagian tengah pasar. Ia bahkan menyebut wartawan RRI yang berbelanja menjadi pembeli pertama dalam beberapa hari terakhir.

“Iya, Kak, pembeli pertama. Tidak tahu kenapa sepi,” katanya.

Berbeda dengan pedagang di bagian belakang dan tengah pasar, Rifa yang berjualan di lapak bagian depan mengaku masih ada pembeli, meski jumlahnya tidak banyak. Selain melayani pembeli langsung, ia juga menerima pesanan secara daring untuk pelanggan tetap.

“Masih ada pembeli, tapi tidak banyak. Kadang kami layani online, khusus pelanggan,” Ujarnya.

Sepinya lapak pakaian di Pasar Sentral Teluk Bintuni tahun ini memang terasa berbeda dibandingkan Ramadan sebelumnya. Kondisi ini disebut-sebut berkaitan dengan ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sebagian besar bersumber dari transfer pemerintah pusat.

Selain itu, berdasarkan informasi dari sejumlah ASN daerah, gaji untuk bulan Februari belum diterima. Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) juga baru dibagikan pertengahan Februari, sehingga proyek pembangunan pemerintah diperkirakan belum berjalan optimal.

Para pedagang berharap kondisi ekonomi segera membaik agar daya beli masyarakat meningkat dan aktivitas pasar kembali ramai menjelang Idul Fitri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....