Ramadhan Berkah, Pedagang Takjil Argosigemerai, Bintuni Diserbu Warga

  • 24 Feb 2026 19:41 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Waktu menjelang berbuka puasa menjadi momen yang paling dinantikan warga Kampung Argosigemerai (SP 5), Kabupaten Teluk Bintuni. Setiap sore selama bulan Ramadan, masyarakat memanfaatkan waktu ngabuburit untuk berburu takjil sebagai menu berbuka.

Pada Ramadan tahun ini, Kampung Argosigemerai menjadi salah satu pusat jajanan takjil yang ramai dikunjungi. Pembeli tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga dari kampung-kampung tetangga. Ramainya pengunjung didukung banyaknya pelaku UMKM yang menjajakan beragam takjil, mulai dari aneka kue, gorengan, sayur dan lauk matang, hingga minuman segar seperti es buah, es cincau, dan es sarang burung.

Salah seorang pembeli, Aco, mengaku hampir setiap hari membeli takjil untuk berbuka puasa. Menurutnya, keberadaan pedagang takjil sangat membantu, terutama bagi pekerja yang pulang hingga sore hari.

Aktifitas Pedagang Takjil di Kampung Argosiegemerai saat Melayani Pelanggan (Foto: RRI/Dina)

“Dengan adanya takjil ini sangat membantu, terutama yang kerja sampai sore, yang bujang atau duda, jadi tinggal beli saja,” ujarnya.

Sementara itu, Iis, salah satu pedagang takjil, memanfaatkan momen Ramadan untuk menambah penghasilan menjelang Lebaran. Ia juga membantu ibu-ibu rumah tangga dengan menjualkan kue titipan mereka.

“Jualan takjil ini untuk membantu ibu rumah tangga yang tidak bekerja supaya bisa menambah penghasilan,” katanya.

Dalam sehari, Iis mampu menjual lebih dari 50 cup es cincau dan es sarang burung. Ditambah penjualan kue dan gorengan, ia bisa meraup omzet sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta selama Ramadan.

Pedagang lainnya, Sari, tidak hanya menjual kue dan minuman, tetapi juga menyediakan sayur serta lauk pauk seperti udang dan daging. Ia menyasar ibu rumah tangga yang sibuk dan tidak sempat memasak untuk berbuka.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Kue dijual mulai Rp2.500 hingga Rp15.000 per buah. Minuman es dibanderol Rp10.000 hingga Rp15.000 per cup, sedangkan sayur dan lauk dijual Rp10.000 hingga Rp15.000 per bungkus.

Sebagai pelaku UMKM dengan modal terbatas, Sari berharap perekonomian di Teluk Bintuni semakin membaik agar usaha kecil masyarakat semakin berkembang.

“Kami sebagai pedagang UMKM ingin ekonomi Bintuni semakin lancar supaya UMKM di sini terbantu. Seperti bulan puasa ini, alhamdulillah banyak pelanggan datang berburu takjil, jadi ada pemasukan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....