Ziarah Ramadan Ramai di Pemakaman Pasir Putih

  • 17 Feb 2026 18:52 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana di Pemakaman Islam Pasir Putih tampak lebih ramai dari hari biasanya. Warga berdatangan untuk berziarah, membersihkan makam keluarga, serta memanjatkan doa sebagai bagian dari tradisi turun-temurun menyambut bulan penuh berkah.

Salah satu peziarah, Teguh, mengaku rutin berziarah setiap menjelang puasa dan Idulfitri untuk mendoakan kedua orang tuanya yang telah berpulang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membersihkan area pemakaman.

“Terima kasih untuk anak-anak dan saudara yang sudah membersihkan pemakaman ini. Kami yang tinggal jauh pun senang melihat tempat ini bersih. Kami tidak bisa membalas, biarlah Tuhan yang membalas,” ujarnya, Selasa 17 Februari 2026.

Menurut Teguh, tradisi ziarah menjelang Ramadan memang tidak memiliki tuntunan khusus, namun sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Selain mendoakan keluarga yang telah tiada, momen ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi.

“Kalau keluarga masih banyak, biasanya kita rame-rame. Malah tempat kumpulnya di pemakaman. Di sini bisa ketemu saudara, teman, dan keluarga yang sama-sama datang ziarah,” katanya.

Ramainya peziarah juga membawa berkah tersendiri bagi pedagang kecil di sekitar lokasi. Jois Mayor, penjual bunga dan air, mengaku berjualan bersama keluarga untuk mencari tambahan penghasilan.

“Kita jual bunga dan air untuk cari tambahan jelang Lebaran. Tergantung yang datang. Kadang habis, kadang tidak, karena banyak juga anak-anak yang jualan,” tuturnya.

Harga bunga dalam kantong plastik dijual mulai dari Rp5 ribu hingga Rp10 ribu, sementara air dibanderol Rp10 ribu per botol. Meski penghasilan tidak menentu, Jois tetap bersyukur karena momen jelang Ramadan memberikan peluang rezeki bagi masyarakat sekitar, termasuk mama-mama yang berjualan makanan.

Ia bersama keluarga bahkan membersihkan area makam secara manual menggunakan tangan. Mereka berharap keluarga yang makamnya dibersihkan dapat memahami usaha tersebut.

“Kita bersihkan pakai tangan sendiri, bukan babat. Tidak paksa orang kasih apa-apa, tapi semoga keluarga yang berkunjung ke kuburan bisa mengerti,” ujarnya.

Tradisi ziarah jelang Ramadan di Pasir Putih bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol kebersamaan dan penguatan nilai kekeluargaan. Di antara taburan bunga dan doa-doa yang terlantun, terselip rasa rindu, syukur, serta harapan menyambut bulan suci. Ramainya peziarah menjadi penanda bahwa semangat menyambut Ramadan tak hanya terasa di masjid, tetapi juga di tempat peristirahatan terakhir orang-orang tercinta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....