Istilah Takjil Dalam Tradisi Ramadan

  • 24 Feb 2026 19:20 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari- Istilah **takjil** sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, khususnya saat bulan Ramadan. Takjil identik dengan aneka makanan dan minuman ringan yang disantap untuk membatalkan puasa. Namun, tidak banyak yang mengetahui asal-usul dan makna sebenarnya dari kata takjil itu sendiri.

Secara bahasa, kata **takjil** berasal dari bahasa Arab ***ta‘jīl*** yang berarti *menyegerakan*. Istilah ini merujuk pada anjuran dalam ajaran Islam untuk **menyegerakan berbuka puasa** ketika waktu magrib telah tiba, bukan menunda-nunda waktu berbuka.

Dalam konteks ajaran Islam, yang dimaksud dengan takjil **bukanlah makanan tertentu**, melainkan **tindakan menyegerakan berbuka**. Hal ini sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umatnya untuk segera berbuka puasa ketika waktunya telah masuk.

Seiring waktu, pemahaman masyarakat Indonesia mengalami pergeseran makna. Kata takjil kemudian digunakan untuk menyebut **hidangan pembuka puasa**, seperti kolak, es buah, kurma, dan berbagai jajanan manis lainnya. Pergeseran makna ini terjadi karena kebiasaan masyarakat yang selalu menyiapkan makanan saat waktu berbuka tiba.

Meskipun maknanya bergeser, penggunaan istilah takjil tetap mencerminkan nilai utama dari kata tersebut, yakni **menyegerakan berbuka puasa** dan menghadirkan kebahagiaan saat waktu berbuka tiba. Bahkan, tradisi berbagi takjil kini berkembang menjadi bentuk kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat.

Dengan demikian, istilah takjil bukan sekadar nama makanan, melainkan memiliki makna religius dan historis yang berkaitan erat dengan anjuran beribadah serta nilai kebersamaan selama bulan Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....