Infeksi Saluran Kemih: Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
- 30 Sep 2026 13:42 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari: Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu jenis infeksi yang paling sering terjadi pada manusia. ISK dapat menyerang berbagai bagian sistem kemih, mulai dari uretra, kandung kemih, hingga ginjal. Penyakit ini dapat dialami oleh perempuan maupun laki-laki, tetapi perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami ISK. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, infeksi yang tidak ditangani dengan tepat dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius, termasuk infeksi pada ginjal dan sepsis.
Menurut pedoman European Association of Urology (EAU) 2026, ISK secara klinis dapat dibedakan menjadi ISK lokal dan ISK sistemik. ISK lokal umumnya berupa sistitis, yaitu infeksi yang terutama mengenai kandung kemih tanpa tanda infeksi sistemik. Sementara itu, ISK sistemik dapat melibatkan gejala seperti demam, menggigil, nyeri pinggang, atau kondisi umum yang memburuk dan dapat mencakup pielonefritis maupun kondisi infeksi berat lainnya
| Baca juga: Waspada gejala autoimun pada perempuan |
Sebagian besar ISK disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang paling sering ditemukan adalah uropatogenik Escherichia coli (E. coli), yaitu bakteri yang umumnya berasal dari saluran pencernaan dan dapat berpindah ke saluran kemih. Bakteri lain yang dapat menyebabkan ISK antara lain Klebsiella pneumoniae, Proteus mirabilis, Enterococcus faecalis, dan Staphylococcus saprophyticus. Pada kondisi tertentu, jamur seperti Candida juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.
Proses infeksi umumnya dimulai ketika mikroorganisme dari daerah sekitar anus atau saluran genital masuk ke uretra. Bakteri kemudian dapat berkembang biak dan bergerak menuju kandung kemih. Jika infeksi berlanjut, mikroorganisme dapat mencapai saluran kemih bagian atas dan ginjal. Kemampuan bakteri untuk menempel pada permukaan saluran kemih merupakan salah satu faktor penting dalam terjadinya infeksi.
| Baca juga: Kenali Demam scarlet pada Anak |
Dilansir dari Pubmed central Beberapa keadaan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ISK. Faktor tersebut antara lain:
- Jenis kelamin perempuan.
- Riwayat ISK sebelumnya.
- Aktivitas seksual.
- Penggunaan spermisida.
- Kelainan atau sumbatan pada saluran kemih
- Penggunaan kateter urin
- Diabetes
- Kehamilan
- Gangguan sistem kekebalan tubuh.
- Kelainan anatomi saluran kemih.
- Penggunaan antibiotik sebelumnya yang dapat berhubungan dengan munculnya bakteri resisten.
Gejala ISK bergantung pada bagian saluran kemih yang terkena. Pada ISK lokal atau sistitis, gejala yang sering ditemukan meliputi:
- Nyeri atau rasa terbakar ketika buang air kecil (disuria)
- Keinginan buang air kecil yang mendesak (urgensi)
- Buang air kecil lebih sering dari biasanya (frekuensi).
- Nyeri atau rasa tertekan pada bagian bawah perut.
- Urin dapat tampak keruh atau bercampur darah pada sebagian kasus.
Pengobatan ISK bergantung pada lokasi infeksi, tingkat keparahan, kondisi pasien, serta kemungkinan bakteri penyebab mengalami resistensi terhadap antibiotik.
Pada infeksi bakteri, antibiotik merupakan terapi utama. Namun, pemilihan antibiotik tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Resistensi antimikroba merupakan masalah penting dalam pengobatan ISK, sehingga pilihan obat perlu mempertimbangkan pola resistensi setempat, riwayat penggunaan antibiotik, kondisi pasien, dan hasil kultur apabila pemeriksaan tersebut dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....