Kenali Demam scarlet pada Anak
- 07 Agt 2026 07:48 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Demam scarlet atau scarlet fever merupakan penyakit infeksi bakteri yang umumnya menyerang anak-anak usia sekolah. Meski kini dapat diobati dengan antibiotik, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Menurut informasi kesehatan yang dimuat Halodoc, demam scarlet adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Streptococcus grup A (Group A Streptococcus) yang juga menjadi penyebab radang tenggorokan. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam merah terang pada kulit, disertai demam tinggi dan sakit tenggorokan.
Demam scarlet paling sering terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun. Bakteri penyebabnya mudah menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin, serta melalui benda yang terkontaminasi seperti gelas, sendok, atau mainan yang digunakan bersama.
Salah satu ciri khas demam scarlet adalah munculnya ruam merah yang terasa kasar seperti amplas. Menurut Halodoc, ruam biasanya berawal dari wajah atau leher, kemudian menyebar ke dada, lengan, dan kaki. Selain itu, penderita dapat mengalami wajah kemerahan, garis merah pada lipatan kulit, serta lidah berwarna merah terang yang dikenal sebagai "strawberry tongue" atau lidah stroberi.
Gejala lain yang sering menyertai antara lain demam di atas 38 derajat Celsius, menggigil, sakit tenggorokan, sulit menelan, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, mual, muntah, dan sakit kepala. Pada beberapa kasus, kulit yang terkena ruam akan mengelupas setelah gejala mulai mereda.
Menurut Alodokter, demam scarlet tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak diobati, infeksi dapat berkembang dan menyebabkan komplikasi seperti radang paru-paru, abses tenggorokan, gangguan ginjal, hingga kerusakan jantung akibat respons peradangan yang terjadi setelah infeksi bakteri.
| Baca juga: Virus yang bisa Menyerang Anak dan Dewasa |
Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik pada tenggorokan, amandel, lidah, serta kondisi ruam. Selain itu, dapat dilakukan tes usap tenggorokan (throat swab) guna mendeteksi keberadaan bakteri Streptococcus grup A sebagai penyebab infeksi.
Dalam hal pengobatan, Halodoc menjelaskan bahwa antibiotik menjadi terapi utama untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Pengobatan yang tepat tidak hanya membantu mempercepat pemulihan, tetapi juga mengurangi risiko komplikasi dan mencegah penularan kepada orang lain. Demam biasanya mulai membaik dalam 12 hingga 24 jam setelah antibiotik diberikan.
Selain pengobatan medis, penderita dianjurkan memperbanyak konsumsi cairan, beristirahat cukup, serta menjaga kelembapan udara untuk membantu meredakan sakit tenggorokan. Anak yang sakit juga sebaiknya tidak masuk sekolah sementara waktu hingga dinyatakan tidak menular oleh dokter.
Hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah demam scarlet. Oleh karena itu, langkah pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan tangan, menghindari berbagi alat makan dan minum, serta membiasakan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
Meski kini lebih mudah ditangani dibandingkan masa lalu, demam scarlet tetap memerlukan perhatian. Mengenali gejala sejak dini dan segera mendapatkan penanganan medis dapat membantu mencegah komplikasi serta mempercepat proses penyembuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....