Waspada! 5 Makanan Ini Bisa Picu Risiko Kanker Usus

  • 22 Sep 2026 11:19 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, MANOKWARI – Masyarakat perlu lebih memperhatikan pola makan sebagai salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan usus. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan makanan tertentu, terutama daging merah dan daging olahan, berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar dan rektum, melansir dari kontan.com.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebut pola makan tinggi daging merah dan daging olahan serta rendah buah dan sayuran sebagai salah satu faktor gaya hidup yang berkontribusi terhadap risiko kanker kolorektal.

Berikut lima jenis makanan atau minuman yang perlu diperhatikan:

Pertama, daging olahan.

Contohnya sosis, ham, bacon, kornet, dan produk daging yang melalui proses pengasinan, pengasapan, fermentasi atau pengawetan. WHO melalui IARC mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogenik bagi manusia berdasarkan bukti yang cukup mengenai kaitannya dengan kanker kolorektal.

Kedua, daging merah.

Daging sapi, kambing, babi, dan jenis daging mamalia lainnya termasuk kelompok daging merah. Konsumsi dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. World Cancer Research Fund merekomendasikan konsumsi daging merah dalam jumlah sedang, sekitar maksimal tiga porsi per minggu atau 350–500 gram berat matang.

Ketiga, makanan yang dibakar atau dimasak dengan suhu sangat tinggi.

Proses memasak daging dengan api langsung, seperti memanggang atau membakar, dapat menghasilkan senyawa tertentu, termasuk hidrokarbon aromatik polisiklik dan amina heterosiklik. Namun, WHO menegaskan bahwa bukti yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan secara pasti seberapa besar metode memasak tertentu mengubah risiko kanker pada manusia.

Keempat, makanan tinggi lemak dan kalori jika dikonsumsi berlebihan.

Pola makan tinggi kalori dapat berkontribusi terhadap kelebihan berat badan dan obesitas, yang merupakan salah satu faktor risiko sejumlah kanker, termasuk kanker kolorektal.

Kelima, minuman beralkohol.

Alkohol bukan makanan, tetapi penting diperhatikan karena konsumsi alkohol berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus. World Cancer Research Fund menyebut terdapat bukti kuat bahwa konsumsi alkohol meningkatkan risiko kanker usus dan merekomendasikan menghindarinya untuk pencegahan kanker.

Meski demikian, bukan berarti seseorang yang mengonsumsi makanan tersebut pasti akan terkena kanker. Risiko kanker dipengaruhi banyak faktor, termasuk usia, riwayat keluarga, aktivitas fisik, berat badan, kebiasaan merokok, pola makan secara keseluruhan, serta faktor genetik.

Untuk membantu menurunkan risiko, masyarakat dianjurkan memperbanyak buah, sayuran, biji-bijian utuh dan sumber serat lainnya, menjaga berat badan, aktif bergerak, serta membatasi daging olahan dan konsumsi daging merah.

Masyarakat juga perlu mewaspadai gejala seperti perubahan kebiasaan buang air besar, darah dalam tinja, nyeri atau kembung perut yang menetap, penurunan berat badan tanpa sebab, serta kelelahan berkepanjangan. Jika mengalami gejala tersebut, pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Menjaga kesehatan usus tidak hanya soal menghindari satu jenis makanan, tetapi juga membangun pola makan dan gaya hidup sehat secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....