Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, dr Novita Ingatkan Bahaya Hepatitis B tanpa Gej

  • 28 Jul 2026 14:35 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Momentum Peringatan Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati setiap 28 Juli menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit hepatitis, khususnya Hepatitis B yang masih banyak ditemukan namun sering tidak disadari penderitanya. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, mengatakan sebagian besar penderita Hepatitis B tidak mengalami gejala sehingga baru diketahui saat menjalani pemeriksaan kesehatan atau skrining.

“Hepatitis B sering kali tidak menimbulkan gejala. Banyak orang baru mengetahui dirinya terinfeksi saat menjalani pemeriksaan kesehatan atau skrining, termasuk pada ibu hamil,” ujar dr. Novita dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia.

Menurutnya, hanya sebagian kecil penderita yang mengalami gejala seperti mata dan kulit menguning, demam ringan, nyeri perut bagian atas, hingga urine berwarna seperti teh. Namun, mayoritas penderita tetap beraktivitas seperti biasa tanpa menyadari dirinya membawa virus yang dapat menular kepada orang lain.

Dr. Novita menjelaskan, Hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang menyerang hati dan dapat menular melalui darah maupun cairan tubuh, termasuk melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi, serta penularan dari ibu kepada bayi saat proses persalinan.

Karena itu, skrining pada ibu hamil menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan. Bayi yang lahir dari ibu dengan Hepatitis B perlu segera mendapatkan imunoglobulin dan vaksinasi untuk mencegah penularan sejak dini.

“Ibu hamil yang terdeteksi Hepatitis B perlu mendapatkan penanganan khusus agar bayi yang dilahirkan dapat segera memperoleh perlindungan dan tidak tertular virus dari ibunya,"katanya.

Selain masyarakat umum, tenaga kesehatan juga termasuk kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular Hepatitis B akibat sering berhubungan dengan darah pasien maupun risiko tusukan jarum saat bekerja. Karena itu, vaksinasi dan pemeriksaan kekebalan tubuh secara berkala sangat dianjurkan bagi tenaga kesehatan.

Di RSUD Teluk Bintuni, berbagai layanan pemeriksaan untuk mendeteksi Hepatitis B telah tersedia, mulai dari pemeriksaan laboratorium, fungsi hati, antibodi Hepatitis B, hingga pemeriksaan radiologi seperti USG dan CT Scan.

Menurut dr. Novita, banyak kasus Hepatitis B yang ditemukan melalui pemeriksaan kesehatan rutin maupun medical check-up. Meski tidak selalu menimbulkan gejala, penyakit ini tetap harus diwaspadai karena dapat menyebabkan komplikasi serius.

“Yang perlu dipahami masyarakat, meskipun tidak bergejala, Hepatitis B tetap berpotensi menimbulkan komplikasi seperti sirosis dan kanker hati apabila tidak terdeteksi dan dipantau dengan baik," ujarnya.

Melalui peringatan Hari Hepatitis Sedunia, dr. Novita mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan skrining yang tersedia di puskesmas maupun rumah sakit agar infeksi dapat diketahui lebih awal.

“Deteksi dini sangat penting. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan Hepatitis B positif, segera konsultasikan ke dokter agar dapat dilakukan pemantauan dan penanganan yang tepat," kata dr. Novita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....