Cek Sekarang! Ini Tanda Ginjal Tidak Sehat
- 29 Agt 2026 18:26 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari: Penyakit ginjal sering disebut sebagai “silent disease” karena kerusakan ginjal, terutama pada tahap awal, dapat berkembang tanpa gejala yang jelas.
Seseorang bahkan dapat mengalami penurunan fungsi ginjal tanpa merasa sakit. Karena itu, mengenali gejala memang penting, tetapi pemeriksaan darah dan urine tetap menjadi cara utama untuk mengetahui apakah fungsi ginjal terganggu.
Ginjal berfungsi menyaring darah, membuang produk sisa metabolisme dan kelebihan cairan melalui urine, serta membantu mengatur berbagai keseimbangan penting dalam tubuh.
Salah satu bentuk penyakit ginjal yang paling banyak mendapat perhatian adalah penyakit ginjal kronis (PGK/CKD), yaitu kondisi ketika terdapat kelainan struktur atau fungsi ginjal yang berlangsung dalam jangka panjang.
Di antara penyebab utama PGK pada orang dewasa adalah diabetes dan tekanan darah tinggi. Riwayat keluarga penyakit ginjal dan penyakit jantung juga meningkatkan risiko.
Berikut ciri-ciri gejala penderita penyakit ginjal di lansir dari NIDDK :
- Bengkak pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah
Ketika ginjal tidak mampu membuang kelebihan garam dan cairan secara optimal, cairan dapat menumpuk di dalam tubuh.Akibatnya, seseorang dapat mengalami edema (pembengkakan), terutama pada tungkai, kaki, dan pergelangan kaki. Pada kondisi tertentu, pembengkakan juga dapat terlihat pada tangan atau wajah, Namun, bengkak tidak selalu berarti penyakit ginjal. Kondisi jantung, hati, pembuluh darah, obat-obatan, dan penyebab lainnya juga dapat menimbulkan edema. - Perubahan pola buang air kecil
Gangguan ginjal dapat berkaitan dengan perubahan frekuensi atau jumlah urine. Pada penyakit ginjal yang sudah lanjut, seseorang dapat mengalami lebih sering atau lebih jarang buang air kecil. Perubahan urine juga dapat berupa urine berbusa, yang dapat berkaitan dengan adanya protein dalam urine (albuminuria). Namun, urine berbusa sesekali tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit ginjal, Perubahan urine juga dapat berupa urine berbusa, yang dapat berkaitan dengan adanya protein dalam urine (albuminuria). Namun, urine berbusa sesekali tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit ginjal. Karena itu, jika perubahan tersebut terus berulang, pemeriksaan urine lebih berguna daripada hanya menilai tampilan urine. - Mudah lelah atau merasa lemah
Kelelahan merupakan salah satu gejala yang cukup sering dilaporkan pada penderita penyakit ginjal kronis, Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis global yang mencakup 449 penelitian dengan hampir 200.000 peserta dari 62 negara menemukan bahwa kelelahan merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami pasien CKD. Pada kelompok CKD yang belum menjalani terapi pengganti ginjal, prevalensi kelelahan dalam analisis tersebut sekitar 70%. Kelelahan pada penyakit ginjal dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk anemia dan komplikasi akibat penurunan fungsi ginjal. - Mual, muntah, atau kehilangan nafsu makan
Pada penyakit ginjal yang sudah lebih lanjut, zat-zat sisa metabolisme dapat menumpuk dalam darah. Kondisi yang berkaitan dengan penumpukan tersebut disebut uremia. - Kulit terasa gatal dan kering
Gatal pada kulit (pruritus) dapat muncul pada penyakit ginjal kronis, terutama pada stadium lanjut, Tinjauan sistematis terbaru yang mencakup 29 penelitian dan lebih dari 147.000 pasien CKD menunjukkan bahwa gatal terkait CKD dapat berdampak terhadap kualitas hidup dan tidur. Meski demikian, kulit gatal mempunyai banyak kemungkinan penyebab lain, sehingga gejala ini saja tidak cukup untuk menyimpulkan adanya penyakit ginjal. - Kram otot
Kram otot juga termasuk gejala yang dilaporkan pada penyakit ginjal kronis. Gangguan keseimbangan elektrolit dan mineral yang terjadi pada penyakit ginjal dapat berkontribusi terhadap berbagai gejala neuromuskular. - Sulit berkonsentrasi atau merasa mengantuk
Pada CKD yang sudah lanjut, seseorang dapat mengalami: sulit berkonsentrasi, mudah mengantuk, gangguan tidur,atau perubahan kewaspadaan. - Sesak napas
Sesak napas dapat muncul pada penyakit ginjal lanjut, antara lain ketika terjadi kelebihan cairan atau komplikasi lain, Akan tetapi, sesak napas adalah gejala yang sangat tidak spesifik dan juga dapat disebabkan oleh penyakit jantung, paru-paru, anemia, infeksi, dan kondisi lainnya - Nyeri atau rasa tidak nyaman
Nyeri memang dapat dialami penderita CKD, tetapi nyeri pinggang bukanlah tanda yang otomatis menunjukkan gagal ginjal kronis, Sebuah systematic review dan meta-analysis yang melibatkan lebih dari 40.000 orang dengan CKD menemukan bahwa nyeri cukup umum pada kelompok ini, tetapi jenis dan penyebab nyerinya beragam, Nyeri hebat di sisi pinggang yang muncul tiba-tiba, terutama jika disertai demam, mual, muntah, atau darah dalam urine, dapat berkaitan dengan kondisi lain seperti batu ginjal atau infeksi saluran kemih dan perlu dievaluasi dokter.
Gejala saja tidak cukup untuk mendiagnosis penyakit ginjal. Pedoman KDIGO 2024 menekankan pentingnya pemeriksaan fungsi ginjal dan adanya kerusakan ginjal, terutama melalui pemeriksaan GFR/eGFR dan albumin dalam urine.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....