Ini Beberapa Penderita Penyakit yang Tidak Boleh Makan Buah Rambutan
- 28 Agt 2026 19:55 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Musim hujan sering kali membawa kebahagiaan tersendiri karena bertepatan dengan musim buah yang manis dan menyegarkan, salah satunya rambutan. Namun, tahukah Mama bahwa di balik kelezatannya, buah ini menyimpan potensi bahaya bagi sebagian orang? Ya, tidak semua orang bisa bebas menikmati manisnya rambutan. Ada beberapa kondisi kesehatan yang justru bisa memburuk jika mengonsumsi buah ini secara sembarangan. Berikut penjelasannya :
- Diabetes
Bicara soal rasa manis yang memanjakan lidah, hal pertama yang terlintas di pikiran kita tentu adalah kandungan gulanya. Mengutip dari Bajaj Finance, rambutan memiliki kadar gula alami (fruktosa) yang cukup tinggi. Bagi orang dengan sistem metabolisme yang sehat, hal ini mungkin hanya menjadi sumber energi instan yang menyegarkan. Namun, ceritanya akan sangat berbeda bagi mereka yang sedang berjuang menstabilkan kadar glukosa di dalam tubuh. Penderita diabetes sangat disarankan untuk menghindari atau setidaknya membatasi ketat konsumsi rambutan. Ketika gula alami dari buah ini masuk ke dalam tubuh, ia dapat memicu lonjakan glukosa darah dengan sangat cepat.
- Penyakit ginjal kronis
Selain gula, rambutan juga membawa sejumlah mineral penting, salah satunya adalah kalium. Kalium sebenarnya merupakan mineral yang sangat baik untuk menjaga tekanan darah dan mendukung fungsi otot yang normal. Sayangnya, tidak semua organ tubuh manusia mampu memproses asupan mineral ini dengan baik, terutama jika kondisi ginjal sudah tidak prima. Bagi penderita penyakit ginjal kronis, ginjal tidak lagi mampu menyaring dan membuang kelebihan kalium di dalam darah secara efisien melalui urine. Mengonsumsi rambutan dalam jumlah banyak bisa menyebabkan penumpukan kalium atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai hiperkalemia. Kondisi hiperkalemia ini bukan hal yang bisa dianggap remeh, karena dapat memicu gangguan irama jantung, kram otot yang parah, hingga berisiko fatal. Oleh karena itu, pasien ginjal kronis masuk ke dalam daftar penderita penyakit yang tidak boleh makan rambutan tanpa adanya pengawasan dan izin dari dokter.
- Obesitas
Masih berkaitan dengan asupan nutrisi yang terkandung di dalam buah berbulu kemerahan ini, kita tidak boleh melupakan jumlah kalori dan karbohidratnya. Karena rasanya yang enak, kita sering kali tidak sadar sudah menghabiskan belasan hingga puluhan buah dalam sekali duduk sambil bersantai. Bagi seseorang yang sedang berjuang melawan obesitas atau sekadar mencoba menurunkan berat badan ke angka ideal, rambutan bisa menjadi jebakan manis yang menggagalkan diet harian. Kandungan kalori dan karbohidrat yang menumpuk akibat konsumsi berlebihan akan diubah menjadi cadangan lemak oleh tubuh. Mengingat penderita obesitas membutuhkan defisit kalori yang disiplin setiap harinya, membiarkan asupan kalori berlebih dari buah ini justru akan memperburuk masalah berat badan dan memicu rentetan komplikasi penyakit penyerta lainnya.
| Baca juga: Kenali Demam scarlet pada Anak |
- Alergi buah tropis
Beralih dari masalah metabolisme, gula, dan kalori, kita juga harus memperhatikan bagaimana sistem imun tubuh merespons makanan yang masuk. Rambutan adalah salah satu buah tropis eksotis yang memiliki profil protein tertentu. Bagi mayoritas orang, protein ini dicerna tanpa masalah. Namun, ada sekelompok orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang terlalu sensitif terhadap senyawa dalam buah-buahan eksotis tersebut. Reaksi alergi yang ditimbulkan bisa bermacam-macam, mulai dari gejala ringan seperti rasa gatal-gatal di area bibir, mulut, dan tenggorokan, hingga munculnya ruam merah pada permukaan kulit. Pada kasus yang lebih parah, alergi ini bisa menyebabkan pembengkakan pada saluran pernapasan (anafilaksis) yang sifatnya mengancam jiwa.
- GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
Terakhir, mari kita bahas tentang kenyamanan sistem pencernaan. Setelah buah ini dikunyah dan ditelan masuk ke dalam lambung, proses pencernaan akan segera dimulai. Rambutan, terutama yang sudah terlalu matang, biasanya mengalami sedikit proses fermentasi alami di dalam daging buahnya, sehingga menghasilkan sedikit gas dan alkohol alami. Kondisi ini sangat tidak bersahabat bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease atau yang biasa kita kenal dengan istilah GERD. Kandungan gas dari buah yang terlalu matang tersebut bisa menyebabkan perut terasa kembung, begah, dan merangsang produksi asam lambung berlebih. Apabila asam lambung tersebut naik kembali ke area kerongkongan, penderita akan merasakan sensasi panas dan terbakar di dada (heartburn) yang sangat menyiksa dan mengganggu aktivitas. Jika lambung sedang sensitif, sebaiknya hindari dulu makan rambutan, apalagi mengonsumsinya saat perut masih dalam keadaan kosong di pagi hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....