Mengapa saat Tidur Kita Mengalami “Ketindihan”?
- 14 Agt 2026 15:04 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Pernah terbangun di tengah malam, tetapi tubuh terasa tidak bisa bergerak? Ingin membuka mata atau berbicara, namun seolah-olah ada sesuatu yang menahan tubuh? Kondisi yang dalam masyarakat sering disebut “ketindihan” sebenarnya dapat dijelaskan secara medis dan dikenal sebagai sleep paralysis atau kelumpuhan tidur.
Kelumpuhan tidur terjadi ketika seseorang berada dalam kondisi antara tidur dan terjaga. Pada fase tidur REM, yaitu fase ketika mimpi biasanya terjadi, otak secara alami membuat sebagian besar otot tubuh berada dalam keadaan sangat rileks atau tidak aktif. Mekanisme ini membantu kita agar tidak melakukan gerakan sesuai mimpi.
Masalahnya, terkadang kesadaran seseorang sudah muncul sebelum mekanisme tersebut berakhir. Akibatnya, seseorang merasa sudah sadar dan dapat melihat atau mendengar keadaan di sekitarnya, tetapi tubuh belum dapat digerakkan. Kondisi inilah yang kemudian terasa seperti “ditindih”.
Sebagian orang juga dapat mengalami sensasi seperti ada seseorang di dalam kamar, mendengar suara tertentu, melihat bayangan, atau merasa sesak. Pengalaman tersebut dapat terjadi karena unsur mimpi masih terbawa ketika seseorang mulai sadar. Karena terasa nyata dan menakutkan, tidak sedikit orang menghubungkannya dengan hal-hal mistis.
Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan mengalami kelumpuhan tidur, antara lain kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, stres, kelelahan, dan perubahan pola tidur. Tidur telentang juga pada sebagian orang dapat berkaitan dengan munculnya kondisi ini.
Lantas, apakah “ketindihan” berbahaya? Umumnya, kelumpuhan tidur berlangsung singkat dan tidak menyebabkan bahaya fisik. Namun, jika terjadi sangat sering, mengganggu kualitas tidur, atau disertai rasa mengantuk berlebihan pada siang hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Untuk membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kelumpuhan tidur, cobalah menjaga jadwal tidur yang teratur, mencukupi waktu tidur, mengelola stres, dan menciptakan suasana kamar yang nyaman untuk beristirahat.
Jadi, ketika mengalami “ketindihan”, tidak perlu langsung panik. Kondisi tersebut memiliki penjelasan ilmiah dan umumnya hanya berlangsung sementara. Yang terpenting adalah menjaga pola tidur dan memperhatikan kondisi tubuh agar kualitas istirahat tetap baik.
Sumber : Sleep Foundation
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....