Kasus Kanker Payudara di Teluk Bintuni Meningkat
- 06 Jun 2026 10:18 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Jumlah kasus kanker payudara di Kabupaten Teluk Bintuni menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2026. Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 100 kasus benjolan payudara yang diperiksa di RSUD Teluk Bintuni, dengan 30 kasus di antaranya terkonfirmasi sebagai kanker ganas.
Data tersebut terungkap dalam kegiatan pemeriksaan kanker payudara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-118 dan Hari Ulang Tahun Kabupaten Teluk Bintuni ke-23, Sabtu (6/6/2026). Dokter Spesialis Radiologi RSUD Teluk Bintuni, dr. Ariani Asnur, mengatakan bahwa jumlah kasus yang ditemukan cukup tinggi, meski sebagian besar masih tergolong jinak.

“Untuk tahun 2026 ini sudah ditemukan 100 kasus. Dari jumlah itu, sekitar 70 kasus bersifat jinak dan 30 kasus merupakan kanker ganas. Angka ini cukup banyak, tetapi di sisi lain menunjukkan masyarakat mulai sadar untuk memeriksakan diri,” ujarnya.
Menurut Ariani, sebagian besar pasien kanker payudara yang datang berobat masih ditemukan dalam kondisi stadium lanjut. Hal itu terjadi karena banyak pasien menunda pemeriksaan akibat rasa takut.
“Dari hasil wawancara dengan pasien, kebanyakan mereka takut sehingga menunda pemeriksaan. Biasanya mereka baru datang ketika sudah tidak sanggup menahan rasa sakit. Padahal jika ditemukan lebih awal, peluang kesembuhannya jauh lebih besar,” katanya.
Ia menjelaskan, beberapa pasien yang telah menjalani kemoterapi menunjukkan perkembangan baik karena disiplin menjalani kontrol rutin setiap tiga bulan sekali. Sekarang kesadaran masyarakat Teluk Bintuni sudah cukup baik.
"Namun masih ada kendala geografis karena sebagian pasien tinggal di kampung-kampung yang harus ditempuh melalui jalur pesisir maupun pegunungan, sehingga akses layanan kesehatan menjadi tantangan tersendiri,” Kata Ariani.
Ariani menambahkan, kasus kanker payudara ditemukan pada perempuan usia produktif yang masih mengalami menstruasi maupun yang telah memasuki masa menopause. Faktor penyebabnya antara lain keturunan, usia, dan pengaruh hormon.
Sementara itu, Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, mengatakan kegiatan pemeriksaan ini merupakan bentuk kolaborasi antara IDI dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara.
“Dari Januari hingga Mei 2026, ada sekitar 100 pasien yang datang dengan keluhan benjolan pada payudara. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, 30 orang di antaranya terkonfirmasi mengalami kanker ganas. Tentu ini menjadi perhatian dan keprihatinan bersama,” ujarnya.
Menurut Novita, deteksi dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker payudara. Jika kanker payudara ditemukan sejak dini, tingkat kesembuhannya cukup baik.
"Sebaliknya, jika sudah memasuki stadium lanjut dan menyebar ke organ lain, penanganannya menjadi jauh lebih sulit meskipun sudah dilakukan operasi maupun kemoterapi,” Kata Novita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....