Literasi Kesehatan Digital Jadi Bekal Penting Generasi Muda di Era Informasi

  • 24 Jul 2026 17:38 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Kemajuan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, termasuk informasi mengenai kesehatan. Dalam hitungan detik, berbagai tips, saran pengobatan, hingga pola hidup sehat dapat ditemukan melalui media sosial maupun platform digital. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan baru, yakni maraknya hoaks dan informasi kesehatan yang belum terbukti secara ilmiah.

Kondisi tersebut menjadikan literasi kesehatan digital sebagai salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki generasi muda. Literasi kesehatan bukan hanya sekadar mengetahui informasi mengenai penyakit atau pola hidup sehat, tetapi juga kemampuan untuk mencari, memahami, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Kementerian Kesehatan RI menilai generasi muda merupakan kelompok yang paling dekat dengan teknologi digital. Di satu sisi, kemudahan akses informasi membuka peluang untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan. Namun di sisi lain, tanpa kemampuan menyaring informasi, masyarakat dapat dengan mudah mempercayai klaim yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Berbagai konten mengenai diet instan, penggunaan suplemen tanpa anjuran tenaga kesehatan, hingga pengobatan alternatif yang viral di media sosial menjadi contoh informasi yang perlu disikapi secara kritis. Tidak semua informasi yang banyak dibagikan memiliki kebenaran medis.

Karena itu, Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk selalu memastikan sumber informasi berasal dari lembaga resmi, tenaga kesehatan, maupun penelitian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah sederhana seperti memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya dapat membantu mencegah penyebaran hoaks kesehatan.

Selain kemampuan memilah informasi, literasi kesehatan juga berkaitan dengan penerapan gaya hidup sehat. Kemenkes menekankan pentingnya aktivitas fisik secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi waktu istirahat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup.

Di kalangan remaja, perhatian terhadap kesehatan mental juga menjadi bagian penting dari literasi kesehatan. Tekanan akademik, pergaulan, maupun penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi psikologis apabila tidak dikelola dengan baik.

Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang dikutip Kementerian Kesehatan menunjukkan masih banyak remaja mengalami masalah kesehatan mental. Karena itu, meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental menjadi langkah penting agar remaja mampu mengenali gejala sejak dini, mencari pertolongan ketika diperlukan, dan mengurangi stigma terhadap gangguan kesehatan jiwa.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mental dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana, seperti berolahraga secara teratur, melakukan hobi yang disukai, beristirahat dengan cukup, menjaga hubungan sosial yang sehat, hingga berkonsultasi dengan tenaga profesional apabila mengalami tekanan emosional yang berkepanjangan.

Peran keluarga, sekolah, perguruan tinggi, media massa, dan komunitas juga sangat penting dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan akan membantu generasi muda lebih siap menghadapi tantangan kehidupan di era digital sekaligus mampu mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan diri.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kemampuan memahami informasi kesehatan secara kritis bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan. Generasi muda yang memiliki literasi kesehatan yang baik diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Sumber:

  • Kementerian Kesehatan RI – Membangun Generasi Sehat di Era Digital: Peran Vital Literasi Kesehatan. (Ayo Sehat)
  • Kementerian Kesehatan RI – Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja dan Cara Menghadapinya. (Ayo Sehat)
  • Kementerian Kesehatan RI – Remaja Lebih Rentan Depresi, Kemenkes Dorong Generasi Muda Lebih Peduli. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....