IDI Teluk Bintuni Skrining Jantung Lansia Berisiko Tinggi

  • 30 Mei 2026 16:52 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Penyakit jantung dan komplikasi akibat hipertensi masih menjadi ancaman serius bagi kelompok lanjut usia. Menyikapi hal itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Teluk Bintuni menggelar skrining ekokardiografi bagi 50 lansia sebagai langkah deteksi dini penyakit kardiovaskular.

Giat ini dilakukan memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Teluk Bintuni ke-23. Antusias lansia untuk memeriksakan jantungnya nampak terlihat Sabtu, 30 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Medical Check Up (MCU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni itu dilaksanakan selama dua hari, 29–30 Mei 2026, dengan melibatkan puluhan peserta yang berasal dari sejumlah puskesmas di wilayah Teluk Bintuni. Dokter Spesialis Jantung RSUD Teluk Bintuni, dr. Steve Freyssinet Karundeng, Sp.JP, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendeteksi secara dini kemungkinan komplikasi penyakit kardiovaskular pada masyarakat, khususnya kelompok lansia yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes.

Belasan Lansia Teluk Bintuni yang Memeriksakan Jantungnya ke RSUD Teluk Bintuni Merangkai HBDI ke 118 dan HUT ke-23 Teluk Bintuni Sabtu, 30 Mei 2026 (Foto: RRI/Dina)

“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap masyarakat bisa mendeteksi lebih dini kemungkinan komplikasi yang sudah terjadi, khususnya di bidang kardiovaskular. Ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118, HUT Kabupaten Teluk Bintuni ke-23, serta Hari Hipertensi Sedunia,” ujarnya.

Menurut dr. Steve, sebanyak 50 pasien telah terdaftar mengikuti pemeriksaan yang dibagi dalam dua hari pelaksanaan. Pada hari pertama, sebanyak 29 peserta menjalani pemeriksaan, sementara 21 peserta dijadwalkan mengikuti pemeriksaan pada hari kedua.

Namun, antusiasme masyarakat cukup tinggi sehingga terdapat tambahan peserta di luar daftar awal. “Ada beberapa masyarakat yang turut berpartisipasi meskipun belum sempat mendaftar. Untuk hari pertama saja ada penambahan sekitar lima hingga enam orang,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tim medis menemukan sejumlah kelainan jantung yang umum terjadi pada lansia dengan riwayat hipertensi dan kelebihan berat badan. Bahkan di antaranya ada yang telah mengalami penyumbatan jantung dan penyempitan pembuluh jantung.

“Kami menemukan beberapa kondisi seperti penebalan dinding jantung dan gangguan pada katup jantung berupa aliran balik darah atau regurgitasi katup aorta. Kelainan seperti ini cukup sering ditemukan pada pasien usia lanjut dengan tekanan darah tinggi,” jelas dr. Steve.

Ia mengimbau masyarakat, terutama lansia, agar rutin memeriksakan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit guna mencegah komplikasi yang lebih serius. Kontrol kesehatan secara rutin sangat penting. Puskesmas di Teluk Bintuni sudah memiliki layanan yang baik untuk melakukan pemantauan.

"Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke layanan jantung di RSUD Teluk Bintuni,” ujarnya.

Selain itu, dr. Steve juga mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dengan tidak merokok, rutin beraktivitas fisik minimal 150 menit per minggu, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengontrol asupan karbohidrat bagi penderita diabetes, serta mengelola stres dengan baik.

“Yang paling penting adalah menjaga keseimbangan hidup dan mengelola stres. Sesuai tema kegiatan hari ini, kami berharap para lansia memiliki jantung yang kuat dan tetap sehat di usia lanjut,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta skrining, Selviana Baransano, mengaku mengikuti pemeriksaan atas saran petugas Pustu Atibo. Meski tidak memiliki keluhan penyakit jantung, ia ingin memastikan kondisi kesehatannya secara menyeluruh.

“Saya tidak punya penyakit jantung, tapi disuruh periksa waktu ke Pustu Atibo kemarin. Saya berharap bisa memeriksakan kesehatan secara lengkap,” tuturnya.

Kegiatan skrining ekokardiografi ini menjadi salah satu upaya nyata IDI Kabupaten Teluk Bintuni bersama RSUD Teluk Bintuni dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama pada kelompok lansia yang memiliki faktor risiko tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....