Ternyata Ini Alasan Disebut Tahi Lalat
- 15 Mar 2026 15:00 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Tahi lalat adalah bintik kecil berwarna cokelat atau hitam yang sering muncul di kulit manusia. Hampir setiap orang memilikinya, baik sejak lahir maupun muncul seiring bertambahnya usia. Namun, pernahkah terpikir mengapa bintik ini disebut tahi lalat? Apakah ada hubungannya dengan hewan lalat ya?
Secara medis, tahi lalat dikenal dengan istilah nevus, yaitu kumpulan sel pigmen kulit yang disebut melanosit. Sel-sel ini berkumpul di satu titik sehingga terlihat sebagai bintik kecil pada permukaan kulit. Tahi lalat bisa muncul di berbagai bagian tubuh seperti wajah, leher, tangan, hingga punggung.
Lalu dari mana asal nama tahi lalat?
Dalam bahasa Indonesia, kata “tahi” berarti kotoran atau sesuatu yang kecil dan menempel. Sedangkan “lalat” adalah serangga kecil yang sering hinggap di berbagai tempat. Pada zaman dahulu, orang melihat bintik kecil di kulit itu mirip seperti lalat kecil yang menempel di tubuh. Karena bentuknya kecil dan tampak seperti titik hitam yang menempel, masyarakat kemudian menyebutnya tahi lalat.
Penamaan ini sebenarnya lebih bersifat kiasan atau perumpamaan dalam bahasa sehari-hari, bukan berarti tahi lalat berasal dari lalat atau ada hubungannya dengan serangga tersebut.
Sebagian orang bahkan menganggap tahi lalat memiliki makna tertentu. Dalam budaya tradisional, letak tahi lalat sering dikaitkan dengan karakter, keberuntungan, atau nasib seseorang. Meski demikian, hal tersebut lebih merupakan kepercayaan budaya dan bukan penjelasan ilmiah.
Secara kesehatan, sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya. Namun, perlu diperhatikan jika tahi lalat berubah bentuk, ukuran, warna, atau terasa gatal dan berdarah. Jika terjadi perubahan seperti itu, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi kulit tetap sehat.
Dengan demikian, istilah tahi lalat muncul dari cara masyarakat zaman dulu menggambarkan bintik kecil di kulit yang tampak seperti lalat yang menempel. Meskipun namanya unik, secara ilmiah tahi lalat hanyalah kumpulan pigmen pada kulit yang umumnya tidak berbahaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....