Dinas Pendidikan Teluk Bintuni Berlakukan Belajar Daring akibat Kabut Asap
- 29 Sep 2026 22:58 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Dinas Pendidikan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni memberlakukan pembelajaran secara daring bagi siswa tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat dalam beberapa hari terakhir. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.5 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni, Hendry Kapuangan, pada 29 September 2026.
Melalui surat edaran tersebut, seluruh satuan pendidikan TK dan SD diminta melaksanakan proses belajar mengajar secara daring mulai 30 September hingga 6 Oktober 2026. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan yang dapat dialami peserta didik akibat paparan kabut asap.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni, Hendry Kapuangan, mengatakan kebijakan belajar dari rumah merupakan langkah antisipatif guna melindungi kesehatan siswa di tengah menurunnya kualitas udara.
"Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama. Karena itu, pembelajaran untuk jenjang TK dan SD dilaksanakan secara daring hingga kondisi udara kembali membaik," kata Hendry dalam surat edarannya.
Meski pembelajaran dilakukan secara daring, sekolah diminta memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan efektif dan pelayanan pendidikan diberikan sesuai kemampuan serta kondisi masing-masing siswa.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar bagi siswa SMP dan SMA/SMK tetap berlangsung seperti biasa. Namun, pihak sekolah diminta membatasi aktivitas di luar ruangan serta mengimbau seluruh siswa menggunakan masker saat beraktivitas di luar kelas.
Selain itu, sekolah juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kesehatan peserta didik dan segera mengambil langkah penanganan apabila ditemukan siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.
Dalam tiga hari terakhir, kabut asap di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni terpantau semakin tebal. Jarak pandang di sejumlah ruas jalan mulai berkurang karena asap turun hingga mendekati permukaan jalan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan pengendara.
Kabut asap yang menyelimuti Teluk Bintuni diduga merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Bomberay dan sekitarnya. Selain berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, kondisi tersebut juga mulai berdampak terhadap aspek keselamatan transportasi, termasuk penerbangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....