Henry Kapuangan Motivasi Siswa Pengungsi Moskona Demi Masa Depan

  • 14 Jul 2026 17:01 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Di tengah keterbatasan fasilitas belajar akibat harus mengungsi, semangat para siswa SMP Satu Atap (SATAP) Moyeba, asal Distrik Moskona Utara, tetap menyala. Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni memastikan pendidikan mereka tetap berjalan dan terus memberikan dukungan agar para pelajar tidak kehilangan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Henry D. Kapuangan, saat mengunjungi puluhan siswa yang sedang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di ruang belajar darurat yang memanfaatkan rumah kepala sekolah di Kampung Hokut, Distrik Bintuni, Senin, 13 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Henry memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap bersemangat belajar meski menghadapi berbagai keterbatasan.

"Semangat belajar ya. Kalau kita semangat belajar dan semangat sekolah, masa depan kita akan baik. Kalau tidak sekolah dengan baik, masa depan kita akan terganggu. Kalian adalah anak-anak negeri yang memiliki peluang besar. Rajin belajar, rajin sekolah, jangan pernah patah semangat," pesannya.

Suasana pertemuan berlangsung hangat ketika Henry berdialog langsung dengan para siswa. Ia menanyakan cita-cita mereka, termasuk siapa yang ingin menjadi dokter dan pilot. Seorang siswi dengan percaya diri mengangkat tangan dan menyampaikan keinginannya menjadi dokter untuk kembali mengabdi melayani masyarakat di Moyeba.

Mendengar hal itu, Henry menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berupaya memenuhi kebutuhan dasar pendidikan para siswa agar mereka memperoleh layanan pendidikan yang setara dengan pelajar di daerah lain.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan mencari guru Matematika untuk mengajar di SMP SATAP Moyeba. Menurutnya, mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menjadi bekal penting bagi siswa yang bercita-cita menjadi tenaga medis maupun profesi lainnya.

"Nanti saya akan carikan guru Matematika untuk mengajar di sini. Guru Bahasa Inggris sudah ada. Kalau ingin menjadi dokter atau pilot, nilai Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA harus bagus," ujarnya.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMP SATAP Moyeba hanya menerima enam peserta didik baru. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dinas Dikbudpora karena berpotensi mengancam keberlangsungan sekolah.

Henry pun mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua di Distrik Moskona Utara, agar tetap menyekolahkan anak-anak yang telah lulus sekolah dasar ke SMP SATAP Moyeba.

"Supaya keberlanjutan sekolah ini tetap berjalan. Kalau tidak ada yang mendaftar, nanti sekolah ini bisa ditutup," tegasnya.

Ia juga kembali memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan biaya pendidikan. Seluruh biaya sekolah di Kabupaten Teluk Bintuni telah ditanggung oleh pemerintah daerah sehingga tidak lagi membebani orang tua.

Dengan dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berharap tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan meski berada dalam situasi sulit, serta tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....