Suara Perjuangan Menjadi Suara Indonesia
- 05 Sep 2026 17:22 WIB
- Manokwari
RRI, Manokwari-Pernahkah kita membayangkan Indonesia tanpa internet, televisi, atau media sosial? Pada masa awal kemerdekaan, radio menjadi salah satu alat penting untuk menyampaikan kabar kepada masyarakat yang sedang membangun sebuah negara baru.
Suasana setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kebutuhan akan media yang membawa suara Indonesia semakin besar. Para tokoh radio kemudian berkumpul dan pada 11 September 1945 mendirikan Radio Republik Indonesia atau RRI.
RRI lahir ketika keadaan Indonesia belum sepenuhnya aman. Informasi melalui radio menjadi sangat berharga karena dapat menjangkau masyarakat dengan cepat di tengah keterbatasan alat komunikasi saat itu.
Dahulu, untuk mendengarkan RRI, masyarakat harus menunggu di depan pesawat radio. Kini, cukup dengan telepon pintar dan koneksi internet, siaran RRI dapat didengarkan dari berbagai tempat.
Perjalanan RRI juga tidak lepas dari semboyan “Sekali di Udara, Tetap di Udara.” Semboyan tersebut menggambarkan semangat untuk tetap hadir dan memberikan informasi kepada masyarakat dalam berbagai keadaan.
Seiring perkembangan teknologi, RRI ikut berubah. Siaran radio kini berjalan berdampingan dengan website, streaming, media sosial, podcast, video, dan berbagai platform digital.
Meski medianya semakin beragam, satu hal tetap menjadi kekuatan RRI: kedekatan dengan masyarakat. RRI tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi ruang bagi suara dan cerita dari berbagai daerah di Indonesia.
Berawal dari masa perjuangan hingga era digital, perjalanan RRI menunjukkan bahwa suara Indonesia tidak pernah berhenti. Gelombangnya mungkin berubah, teknologinya terus berkembang, tetapi semangat untuk terus mengudara tetap sama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....