Fosil 66 Juta Tahun Ungkap Burung Modern Pertama
- 09 Apr 2026 09:22 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari: DIlansir dari Nature bahwa burung modern pertama sebenarnya hidup bersamaan dengan dinosaurus? Penemuan fosil baru mengungkap hewan kecil yang menjadi nenek moyang langsung dari semua burung saat ini. Burung ini dinamai Asteriornis maastrichtensis, atau yang dijuluki “wonderchicken” oleh para ilmuwan .
Dilansir dari National Pada tahun 2000, seorang pemburu fosil amatir, Maarten van Dinther, menemukan bongkahan batu seukuran setumpuk kartu di perbatasan Belgia dan Belanda. Ternyata, batu itu menyimpan tengkorak kecil dan hampir sempurna dari burung modern tertua yang pernah ditemukan.
Burung ini hidup sekitar 66,7 juta tahun lalu, hanya beberapa ratus ribu tahun sebelum asteroid besar memusnahkan dinosaurus non-unggas. Fosil ini memberikan bukti pertama tentang seperti apa burung modern pada masa itu, sezaman dengan Tyrannosaurus rex dan Triceratops.
Asteriornis diperkirakan adalah burung pantai berkaki panjang, mampu terbang, dan hidup di pantai-pantai Eropa yang hangat. Bentuk tubuh dan tengkoraknya mengingatkan pada gabungan ayam dan bebek, menandakan bahwa ia merupakan nenek moyang bersama dari dua kelompok burung modern: Galliformes (ayam, kalkun) dan Anseriformes (bebek, angsa).
Meskipun banyak burung hidup bersamaan dengan dinosaurus, sebagian besar dari mereka berasal dari kelompok purba Enantiornithes, yang memiliki gigi dan punah bersamaan dengan dinosaurus besar. Semua burung modern berasal dari kelompok Neornithes, yang muncul menjelang akhir periode Kapur.
Penemuan Asteriornis menjadi bukti nyata dari nenek moyang bersama burung modern, sekaligus memperlihatkan keragaman burung yang sudah ada sebelum asteroid memusnahkan banyak spesies. Selain itu, beberapa kelompok burung lain seperti Paleognathae (burung unta, emu, rhea, kasuari) diperkirakan juga muncul pada periode Kapur, menjadi cabang awal dalam pohon evolusi burung modern.
| Baca juga: Bahasa paling populer di dunia |
Dengan ditemukannya fosil ini, para ilmuwan semakin optimistis bahwa masih ada kemungkinan menemukan lebih banyak burung modern yang terawetkan dengan baik dari zaman Kapur, memberikan jendela langsung ke dunia ketika dinosaurus masih menguasai Bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....