Pemprov Papua Barat Sidak Bandara dan Stok Pangan

  • 17 Mar 2026 17:18 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari - Wakil Bupati Manokwari, H. Mogiyono, bersama Gubernur Papua Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik strategis di Manokwari pada Selasa, 17 Maret 2026 guna memastikan kesiapan daerah menjelang hari besar keagamaan. Kegiatan tersebut difokuskan pada sektor transportasi udara serta ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Sidak diawali di Bandara Rendani, di mana rombongan meninjau langsung aktivitas penumpang sekaligus berkoordinasi dengan pihak bandara dan stakeholder terkait. Dari hasil pemantauan, terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang dalam beberapa hari terakhir.

Mogiyono mengungkapkan bahwa tiket penerbangan untuk sepekan ke depan sudah habis terjual. Tingginya permintaan tidak diimbangi dengan penambahan jadwal atau extra flight, sehingga seluruh kursi penerbangan terisi penuh, terutama untuk tujuan luar daerah seperti Jakarta.

“Untuk satu minggu ke depan sudah full seat semua. Tidak ada penambahan penerbangan, sehingga masyarakat yang belum membeli tiket kemungkinan tidak bisa berangkat,” katanya.

Meski terjadi lonjakan penumpang, ia memastikan operasional penerbangan tetap berjalan lancar. Dalam satu hari, terdapat dua hingga tiga penerbangan, termasuk rute Jayapura yang cukup padat dengan jadwal pagi hingga siang hari.

Usai dari bandara, sidak dilanjutkan ke sejumlah gudang bahan pokok dan distributor, termasuk gudang Perkasa serta titik distribusi lainnya di wilayah perkotaan. Rombongan juga meninjau gudang Bulog untuk memastikan stok pangan tersedia dalam jumlah cukup.

Dari hasil pengecekan, ketersediaan bahan pokok dinyatakan aman hingga tiga bulan ke depan. Stok tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan Kabupaten Manokwari, tetapi juga menopang lima wilayah, yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, dan Pegunungan Arfak.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Namun demikian, ia mengingatkan agar warga tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan di pasar.

Menurutnya, lonjakan permintaan biasanya tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga karena tradisi berbagi menjelang hari raya. Meski demikian, ia mengimbau agar masyarakat tetap bijak dalam berbelanja.

“Sebaiknya belanja sesuai kebutuhan saja. Jangan berlebihan, karena stok sebenarnya cukup dan masih aman,” ujarnya.

Hingga saat ini, pemerintah daerah belum melihat urgensi untuk melakukan operasi pasar. Namun pemantauan akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....